Jumat, 19 April 2019

Menolak untuk berhenti

Selamat pagi, siang sore dan malam!!!

Ternyata 16 bulan itu lama juga ya. Hahaa.. Aku sampai harus bingung memulai dari mana. 

Oke baiklah, yang pertama tidak jarang hasrat ku untuk kembali menulis selalu pasang surut. Salah dua diantara penyebabnya adalah pekerjaan kantor yang cukup banyak dan memiliki fokus yang baru. Ada beberapa hal yang membuat ku kaget ketika mulai bekerja di tempat yang baru. Maklum lah, waktu bekerja dulu status pegawai outsourcing tidak dibebankan pekerjaan yang berat-berat. Selama bekerja di perusahaan yang lama pun pekerjaan ku bisa dibilang hanya mencari kerja alias info loker PLN (bingungkan?!). Setelah memasuki tempat kerja yang baru kaget tak karu-karuan karena disibukkan dengan banyaknya program kerja yang harus terealisasi, ada beberapa diantaranya seperti: Program Sistem Manajemen Pengamanan dan ISRS. Mungkin ini sangat asing bagi kalian, sama seperti ku ketika pertama sekali dibebani oleh pekerjaan ini. Bingung memulai dari mana karena memang sama sekali tidak mengerti. Syukurnya kedua program tersebut deadline nya tidak bersamaan, syukurnya juga program tersebut mengajarkan ku banyak hal, membentuk karakter ku yang baru hingga mengantarkan ku ke berbagai tempat untuk belajar. Singkat cerita aku merasa puas mempelajari kedua hal itu.

Bukan di Danau Toba
Yang kedua, aku sudah memiliki fokus baru! Yeaaaahhh!!! 
Lulus kuliah tahun 2015 selain bercita-cita bekerja di PLN aku juga memiliki impian untuk melanjutkan kuliah ku ke jenjang S1. Aku pernah gagal ketika mencoba ekstensi di Universitas Sumatera Utara. Awalnya memang cukup sangat menyakitkan tapi entah kenapa setelah semua berlalu, syukur yang tak henti-hentinya yang selalu ingin ku ucapkan. Beberapa hari setelah pengumuman kegagalan ekstensi ku keluar, tak lama kemudian aku harus test rekrutmen ke perushaan tempat ku bekerja sekarang, dan sialnya lagi aku ujian di tempat yang sama ketika ku ujian ekstensi. Seperti membuka luka lama, tapi sudahlah aku tetap optimis untuk memperbaiki jalan ku di tempat yang sama. Syukur beribu syukur ternyata tidak ada tempat yang sial, tidak ada waktu yang kurang tepat. Apabila aku berlarut dalam trauma ku saat itu mungkin aku tidak merasakan tempat yang baru saat ini. Puji Tuhan aku diterima bekerja di perusahaan baru yang sudah lama aku idam-idamkan dan syukurnya lagi aku tidak lulus di ekstensi USU karena yang pasti aku akan dilema dan rugi karena sudah membayar uang kuliah, dkk. Tapi harapan ku untuk melanjutkan kuliah masih tetap ada.

Teringat ketika aku melakukan interview akhir pada saat rekrutmen, ada pertanyaan begini "Apakah anda memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah? Dimana?" Pada saat itu aku menjawab dengan tegas "YAAAA! TENTU SAJA, SAYA BERMIMPI INGIN BERKULIAH DI UNIVERSITAS INDONESIA" Hihihi.. Yang pasti pada saat mengucapkan itu aku sangat bersemangat dan hatiku juga sangat dag dig dug. Takut ditanyai mengapa dan apa yang membuat ku sangat bersemengat (karena pada saat itu aku belum menyiapkan kata-kata  manis yang bisa menarik perhatian interviewer). 

Puji Tuhan setelah menyelesaikan Ujian Paspor, Poject Assignment, diangkat menjadi pegawai tetap PT Indonesia Power dan sampai saat ini aku sudah bisa menikmati cuti, aku sudah menemukan fokus baru ku yaitu KULIAH. Kisah tentang dunia baru ku akan ku ceritakan lebih detail lagi. Karena aku ingin berbagi kepada para lulusan D3 khususnya jurusan Administrasi Bisnis dan sudah bekerja yang masih bingung untuk melanjut atau tidak, melanjut dimana, dan bagaimana soal biayanya? 

Selama tulisan ini dibuat, hatiku merasa senang karena jari-jari ku kembali menari-nari dengan girangnya di atas keyboard laptop yang berbeda (karena si biru akan segera dijual). 

Terimakasih, sampai bertemu kembali  😊 😊 😊

Senin, 11 Desember 2017

Dimulai Dari Akhir Cerita

Haloha everybadeehhhhh!!!
Setelah sekian lama tidak menuliskan kisah-kisah yang tidak terlalu penting, akhirnya ane datang lagi disela-sela kesibukan yag tidak terlalu sibuk dan juga tidak terlalu santai (Apa maksudnya ini coba? Hahaha...)

Ada kisah yang belum selesai dari sekian kisah yang telah ku tulisakan beberapa waktu lalu dan ini adalah final ehh bukan deng, ini adalah awal dari segala kisah yang akan dirancang kembali. Rabu, 22 November 2017 adalah hari dimana kami menerima Surat Keputusan Direksi Pengangkatan Siswa OJT Angkatan 22 (tidak ada angkatan 23) di UJP Banten 3 Lontar. Lagi-lagi banyak spekulasi yang muncul karena SK tak kunjung diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu 01 November 2017. Setelah pembagian SK semua menghela nafas dengan lega karena merasa terbebas dengan status "SISWA" nya. Tapi tidak buat saya! Karena...... Ada deh. Hahah

Ekspresi wajah sok cool ketika nama mulai dipanggil
SK telah diberikan, Puji Tuhan saya masih dipercaya untuk melanjutkan perjuangan saya di Unit Jasa Pembangkitan Banten 3 Lontar dan berlaku mulai tanggal 01 Desember 2017. Dimana hak dan kewajiban pegawai secara sepenuhnya mulai berlaku pada hari itu. Apakah kalian sudah siap rekans? Apakah kalian masih mengingat janji pada saat wawancara akhir yaitu berjuang demi Indonesia yang lebih baik lagi? Ku harap masih sama seperti lagu di awal kita SIMENDIS "Bukan gajinya, bukan karena bonusnya. Kami terpilih masuk Indonesia Power, karena jiwanya dan semangatnya" Hehe...

Bisa Bisa Bisa!
Ku harap kalian tetap mengingat senyum kebahagiaan kalian ini disaat kalian mulai lelah dan hilang harapan. Jangan pernah berhenti belajar dan berjuang rekans! Kalian telah diberi amanat yang akan kalian pertanggungjawabkan nanti di akhirat! Selamat berjuang rekans. Tuhan beserta kita 👱 👷

Kamis, 09 Maret 2017

On The Job Training PLTU Banten 3 Lontar

Lega rasanya keluar dari mess, kini saatnya hidup mandiri dengan biaya sendiri di mulai. Jumat 24 Februari 2017 adalah jadwal untuk melapor ke unit sebelum OJT dimulai. Tentu tanggal 23 harus sudah ada di lokasi untuk cari kontrakan. Sampai di lontar kami langsung di sambut SDM Lontar dan di tawarkan untuk menginap semalam di mess sebelum mendapatkan kontrakan. Kebetulan kami sampai di Lontar sudah malam hari. 

Memang benar kata teman-teman, saya beruntung di tempatkan di Lontar karena akses kemana-mana dekat terutama ke bandara kurang lebih 1 jam perjalanan. Tempatnya juga tidak terlalu di pelosok, setidaknya masih ada tempat ibadah, alfam**t dan indom**t untuk membeli susu dan pewangi pakaian. Hihihiii

24 Februari kami hadir dan mengikuti senam serta melakukan perkenalan diri dengan rekan-rekan pegawai dan di sambut baik oleh Bapak Daniel selaku GM Lontar serta rekan rekan lainnya. Semoga ini awal yang baik untuk kami melakukan OJT di Lontar.
Saya juga bersyukur di tempatkan di lontar pemandangan yang akan saya lihat setiap harinya itu cukup membuat jiwa dan raga tenang ditambah lagi dengan alun alun musik payung teduh, rasanya sangat berdosa untuk mengeluh. Semoga tidak ada kendala yang cukup rumit selama melaksanakan OJT, semoga harapan dalam penyelesaian Paspor dan Project Assignment (PA) bisa terealisasi dengan baik, semoga di bulan November nanti SK pengangkatan pegawai sudah di tangan dan rencana ke depan juga tidak tersendat. Hehehe... Tuhan beserta kita!
Salam dari Lontar
-pause-

Rabu, 08 Maret 2017

Pembagian SK OJT PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII

21 Februari adalah hari terakhir kami bernyanyi bersama, tertawa bersama, makan bersama dan tidur bersama. Kami akan disebar di seluruh Indonesia demi menerangi Indonesia, Asekhhh.. Dan inilah saatnya packing kembali untuk dunia baru dan kembali bertempur!
21 Februari kami di bawa ke Patra Jasa Anyer untuk pembagian SK OJT. Rasanya biasa saja, tidak ada yang ditakutkan. Karna memang sebelumnya saya sudah berjanji dimana pun ditempatkan harus siap. Pada saat pembagian SK OJT juga cukup seru, kami disuruh merayap dan push up air, jauh dari bayangan kami untuk pembagian SK biasanya. Kami selalu mendapatkan kejutan di luar dari apa yang kami pikirkan. Tapi rasanya cukup menyenangkan.
Puji Tuhan saya di tempatkan di PLTU Banten 3 Lontar, saya bersyukur tidak ditempatkan di Kamojang, Mrica, Perak Grati, Barru, Saguling karna saya takut ketika pembukaan SK yang pertama saya lakukan adalah bertanya ke teman Kamojang itu dimana ya? Jujur pada saat itu saya masih kurang hafal unit-unit nya tapi untuk lokasinya tentu saja saya tau. Kan aneh ketika pembukaan SK semua teman-teman sudah tau kemana arah dan tujuan hidupnya, sementara saya dengan polosnya masih bertanya "mas/mbak, Kamojang dimana ya?" Hahaha.. Ketika teman-teman bertanya dimana saya di tempatkan mereka menanggapi dengan positif "wah.. kamu beruntung di tempatkan di Lontar" walaupun sebenarnya saya belum tau itu dimana. Saya masih belum tau bagaimana dan dimana lontar ini tepatnya. Semoga tempat ini adalah tempat yang bersahabat.

Sampai jumpa Kristina, Pleton 1A dan semua teman-teman angkatan 22 dan 23, jangan lupa dorong pake air, pergerakannya tap tap tap, gitu loh!!!
Akhirnya yang di takutkan telah terjadi. Bye!
Tinggalkan ayah tinggalkan ibu
Ijinkan kami tetap berjuang
Dibawah kibaran sang merah putih
Majulah ayo maju menyerbu, serbu!

Tidak kembali pulang, sebelum indonesia terang
Walau mayat terdampar di medan perang
Demi bangsa ku tetap berjuang.

Maju ayo maju ayo terus maju
Singkirkan dia dia dia
Kikis habislah mereka, musuh negara Indonesia
Wahai kawan ku prajurit siswa IP
Dimana engkau berada?
Teruskan perjuangan para pahlawan

Demi bangsa ku tetap berjuang, berjuang!!!!

Minggu, 05 Maret 2017

Perpisahan Siswa Prajabatan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII

30 hari lamanya kami bersama di Udiklat Suralaya rasanya cukup menyenangkan. Banyak kisah yang tak terlupakan selama kurang lebih 40 hari kami telah bersama. Suka duka selama pendidikan kami lalui bersama. Tapi hanya sebatas itu saja, tidak perlu berlebihan. Toh semua akan berpisah pada waktunya. Hahaha
Kelas Administrasi
Senang bisa bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki cerita dan pengalaman baru. Kami dapat berbagi cerita dengan yang lainnya. Sayangnya ketika perpisahan tanggal 20 Februari saya ibadah sore dan masih OSO shift pagi. Jadi saya di TKP sekitar pukul 21.00 dan sudah di penghujung acara. Yah sudahlah, toh semuanya juga sama sama penting. Tapi syukurnya masih ada dokumentasi yang sempat terekam sebelum semuanya berakhir.

Banyak kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia dalam acara perpisahan ini. Termasuk video dokumentasi kami selama melaksanakan pendidikan yang bisa kalian lihat disini. Saya salut dengan teman-teman, di tengah-tengah kesibukan OSO dan pembidangan mereka masih sempat untuk menyiapkan acara perpisahan ini. Mungkin ini yang dinamakan dengan profesional, saya harus belajar banyak dengan mereka. Mereka siap dan sabar untuk mengumpulkan kurang lebih 500 orang. Saya juga termasuk panitia di dalamnya tapi sedikit pun tidak memiliki peran, heheee... Maaf teman-teman, jadwal OSO saya tidak bersahabat. Diakhir acara kami juga sempat mengabadikan moment di tirai darurat "farewell party", walaupun darurat semua berebutan foto disana. Hahaha

Terimakasih teman-teman, see you dimana-mana!

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: