Senin, 13 Februari 2017

Minggu II Diklat Pembidangan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII


Tak terasa dua minggu  telah berjalan tanpa Hp, besar harapan kami di minggu ketiga nanti kami akan diberikan hp. Karena ane rindu mama dan bapak (hehe), tapi sayangnya kami masih belum di ijinkan untuk menggunakan Hp. Kami selalu dinasehati komandan dengan kata-kata “Jangan tanyakan apa yang telah Negara berikan kepada mu, tapi tanyakan apa yang telah kau berikan kepada bangsa mu!”. Memang benar kami hanya diberikan tanggung  jawab untuk belajar dan belajar, kami sudah diberikan fasilitas yang cukup banyak jadi kami tidak layak untuk mengeluh dan menuntut. Kami juga dibebaskan untuk menggunakan laptop, wifi udiklat dan juga modem. Tapi ada satu masalahnya, Line for PC ane belum di verifikasi, jadi ane butuh hp untuk verifikasi!!! T_T

Di minggu kedua ini kegiatan kami masih sama yaitu belajar dan belajar, olahraga dan olahraga, bernyanyi dan bernyayi, bermain dan bermain, tertawa dan tertawa, batuk dan batuk. Hahahaha.. Keakaraban itupun makin terasa apalagi dengan teman-teman 1A. Kami bersyukur dan mengucapkan terimakasih karna PLN memberikan kami kesempatan untuk melakasanakan Ibadah hari minggu ke Serang dan perjalan ke Gereja dari Udiklat itu sekitar 1  jam.

Minggu kedua ini rasanya hati agak kacau, akhirnya saya  berjumpa dengan teman yang telah lama tak terlihat lagi dan perjumpaannya pun diluar dugaan. Rasanya begitu kaku dan kesal! Tapi ahhh entahlah rasanya ingin marah sama diri sendiri. Aku ingin berhenti, aku ingin melihat dunia luas, jadi ya sudahlah. Kami juga dibimbing oleh komandan Komarduin yang manis dan tampan, sekali-sekali dikunjungi oleh komandan Simare-mare (dari Lebak Gede) yang lagi-lagi kami harus menjadi bulan-bulan. “Woi batak” itu masih tetap kami dengar, semoga ini yang terakhir.

Tidak ada kenangan yang sempat terdokumentasi di minggu kedua ini karena kami tidak ada jalan-jalan dan sabtu pun kami masuk. Sisa 2 minggu lagi, harapan akan segera terwujud, dunia luas akan terlihat, jangan menyerah, tetap semangat, Tuhan Beserta kita!

Minggu I Diklat Pembidangan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII

23 Januari 2017 adalah awal mulanya cerita diklat pembidangan di Udiklat suralaya. Rasanya begitu menyenangkan, kami diberikan fasilitas yang cukup memuaskan dari makan pagi siang malam, snack pagi dan sore, laundry, dan masih banyak lagi fasilitas yang kami terima. 30 hari ke depan adalah waktu kami untuk melakukan Diklat pembidangan. Tidak ada bermanja-manjaan, walaupun kami sudah keluar dari Pusdikajen peraturan Pusdik masih tetap melekat dengan kami, dan kami juga masih didampingi oleh komandan dari Pusdik. Untuk 10 hari ini kami didampingi oleh komandan F. Harahap. Kami selalu menjadi bulan-bulanan orang Batak. Yah, tak apalah. Kami selalu diterikai “WOI BATAK!” Tak apa sih, itulah identitas kami. Hahaha

Seminggu melaksanakan Diklat kami mengikuti pembelajaran dengan cukup disiplin. Kami diberikan materi-materi sesuai dengan jurusan kami tentang administrasi. Tak lupa juga di awal dan akhir materi kami selalu melakukan test sebagai shock therapy. Jujur di awal masuk kelas, ada rasa takut karena kami dikumpulkan dari berbagai kampus di Indonesia diantarnya: UI, UGM, ITB, UNDIP dan UNPAD dan Politeknik adalah perguruan tinggi terendah (sepertinya) kalau pun  ada  lulusan swasta juga  dari kampus yang ternama. Rasanya berada dikelas yang sama dengan teman-teman yang hebat cukup membuat minder. Tapi semua diluar bayangan, karena mereka semua hebat mau berbagi dan kami saling melengkapi.

Kurang lebih 21 tahun belajar, di saat pembidangan inilah otak bekerja ekstra. Apalagi kalau instruktur memberikan materi tentang perhitungan terkait tentang gaji dan bonus apalagi Pph pasal 21, rasanya otak ini bekerja secara  maksimal. Saya juga salut melihat teman-teman kelas administrasi karena sebahagian dari mereka bermain laptop sembari materi berjalan. Tetapi mereka tetap fokus mendengarkan materi yang sedang  berjalan. Terbukti apabila instruktur selesai menerangkan ataupun disela-sela berjalannya materi mereka masih tetap bertanya. Wuaahhh, saya salut dengan mereka. Padahal saya sendiri walaupun sudah serius mendengarkan selalu tidak bisa mengajukan pertanyaan. Hahahaa...

Ada juga teman yang selama materi tertidur, tapi ketika si instruktur bertanya apa ada yang ingin bertanya dia masih tetap bertanya. Saya bingung bagaimana kemampuan otak mereka. Sangat luar biasa. Jadi mau gak mau, suka gak suka saya harus memaksakan otak yang tak seberapa ini untuk bisa menyeimbangkan atau minimal selevel dibawah mereka. 

Yahhh, begitulah cerita seminggu ini selama di Udiklat. Walaupun kami tidak diberi hp kami tetap semangat karena kami diberi kesempatan di hari sabtu dan minggu untuk melakukan pesiar atau jalan-jalan manja. Di hari sabtu kami pergi ke bukit teletubis dan di hari minggu kami pergi ke Pantai. Sebenarnya ini bukan liburan karena tidak ada objek wisata yang mau di lihat. Tapi entah kenapa rasanya begitu menyenangkan kemana-mana bersama teman-teman  penuh canda dan penuh tawa. Kami juga pergi gereja bersama di hari minggu. Kebersamaan itu pun semakin terasa ketika berjumpa kembali dengan teman-teman yang ada di Anyer dan Lebak gede.

Tak terasa seminggu telah berlalu dengan penuh suka duka, semoga 3 minggu ke depan masih sama dan kami tetap bahagia dan sehat. Amin.. Tunggu cerita diklat selanjutnya. Bye!

Senin, 06 Februari 2017

Orientasi Perusahaan PT Indonesia Power

Selesai sudah 10 hari yang sangat menegangkan di PUSDIKAJEN. Kami diberangkatkan dengan tradisi mengitari api unggun, penyiraman air kembang, mencium bendera merah putih dan di tutup dengan kembang api. Wuahh, rasanya sangat puas dan sedikit menyedihkan (biasalah). Ternyata kami bisa melewati 10 hari yang begitu menyiksa dan lulus 100%. 

22 Februari kami melaksanakan pelepasan status siswa di PUSDIKAJEN. Menampilkan demonstrasi kegiatan-kegiatan yang telah kami lalui selama 10 hari disana, menyanyikan yel-yel dengan penuh kebanggan. Pukul 16:00 kami dikumpulkan lagi setelah packing-packing (cieee) untuk diberangkatkan ke IPC Corporate University Ciawi. Kenapa kami bukan di Udiklat PLN? Karena jumlah pesertanya banyak. IPC bisa menampung 503 siswa (mungkin ya). Tapi selama di IPC kami disuguhkan dengan berbagai macam service, Indonesia Power memang hebat. Hehee

Selama di IPC kami diberikan topik materi-materi yang akan dibahas selama pembidangan. Kami juga berjumpa dengan bapak-ibu direktur PT Indonesia Power. Saya dan teman-teman juga sempat selfi dengan ibu Inten, tapi sayangnya pake hp bu Inten dan kami gak mungkin minta ke bu Inten -_-

Setelah selesai orientasi perusahaan kami dibagi menjadi beberapa tempat diantaranya: Udiklat Suralaya, Patra Anyer dan Lebak Gede. Syukurnya saya dapat bagian di Udiklat Suralaya. Pembagaiannya berdasarkan jurusan, jadi kami harus berpisah dengan teman-teman jurusan teknik. Tapi kami tetap satu Indonesia Power! Hehee

Selama 30 hari kedepan kami juga akan melaksanakan Pembidangan dengan pesan "Tidak menerima kunjungan orang luar dan komunikasi menggunakan Hp pun terbatas". Sekilas saya berpikir "Emang ada yang mau ngunjungi eikeh? Emak sama babe pun mungkin udah lupa dengan eikeh" Hahaa.. Tapi tidak masalah, toh semuanya juga akan berlalu "Show must go on". Masih banyak yang ingin saya sampaikan, tapi ahhh sulit rasanya menjelaskannya karena hanya hati yang mengerti rasanya. Hahaa

Terimakasih IPC telah memberikan tempat dan waktu yang indah bagi kami, terimakasih atas service yang telah kami terima, semuanya mantap. Kalian luar biasa. . . Jihaaa jihaaa jihaaa, auum auum auum. . .




  

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: