Tak terasa dua minggu telah berjalan tanpa Hp, besar harapan kami
di minggu ketiga nanti kami akan diberikan hp. Karena ane rindu mama dan bapak
(hehe), tapi sayangnya kami masih belum di ijinkan untuk menggunakan Hp. Kami
selalu dinasehati komandan dengan kata-kata “Jangan tanyakan apa yang telah
Negara berikan kepada mu, tapi tanyakan apa yang telah kau berikan kepada
bangsa mu!”. Memang benar kami hanya diberikan tanggung jawab untuk belajar dan belajar, kami sudah
diberikan fasilitas yang cukup banyak jadi kami tidak layak untuk mengeluh dan
menuntut. Kami juga dibebaskan untuk menggunakan laptop, wifi udiklat dan juga
modem. Tapi ada satu masalahnya, Line for PC ane belum di verifikasi, jadi ane butuh hp untuk verifikasi!!! T_T
Di minggu kedua ini kegiatan kami
masih sama yaitu belajar dan belajar, olahraga dan olahraga, bernyanyi dan
bernyayi, bermain dan bermain, tertawa dan tertawa, batuk dan batuk. Hahahaha.. Keakaraban itupun makin terasa
apalagi dengan teman-teman 1A. Kami bersyukur dan mengucapkan terimakasih karna
PLN memberikan kami kesempatan untuk melakasanakan Ibadah hari minggu ke Serang
dan perjalan ke Gereja dari Udiklat itu sekitar 1 jam.
Minggu kedua ini rasanya hati agak kacau, akhirnya saya berjumpa dengan
teman yang telah lama tak terlihat lagi dan perjumpaannya pun diluar dugaan.
Rasanya begitu kaku dan kesal! Tapi ahhh entahlah rasanya ingin marah sama diri
sendiri. Aku ingin berhenti, aku ingin melihat dunia luas, jadi ya sudahlah. Kami juga dibimbing oleh komandan Komarduin yang manis dan tampan, sekali-sekali
dikunjungi oleh komandan Simare-mare (dari Lebak Gede) yang lagi-lagi kami
harus menjadi bulan-bulan. “Woi batak” itu masih tetap kami dengar, semoga ini
yang terakhir.
Tidak ada kenangan yang sempat
terdokumentasi di minggu kedua ini karena kami tidak ada jalan-jalan dan sabtu
pun kami masuk. Sisa 2 minggu lagi, harapan akan segera terwujud, dunia luas
akan terlihat, jangan menyerah, tetap semangat, Tuhan Beserta kita!






