Minggu, 30 Oktober 2016

Tuhan Pulihkan

Pulihkanlah . . . Sembuhkanlah . . . 
Hati ini, hidup ini, Pulihkanlah . . . 
Ini doa ku, Untuk Bangsa ku
Lawat Tuhan, Pulihkanlah Negeri kami
Indonesia
~~~

Sepenggal lirik lagu yang saya dengar pagi ini sebelum dan sesudah pulang gereja. Sebelumnnya saya tidak terlalu suka dengan lagu-lagu worship seperti itu. Tetapi makin kesini saya semakin menyukainya. Teman saya pernah bilang dikurang-kurangin. Aneh yaa. hehe... Tapi mungkin saya suka dengar lagu ini karna dari segi musiknya (mungkin) cukup enak di dengar memang tidak kalah enak dengan yang ada di BE, KJ, PKJ. Pagi tadi juga saya sangat meresapi lagu dengan lirik seperti ini

~~~
Namun 'ku tahu yang ku percaya dan aku yakin 'kan kuasaNya
Ia menjaga yang ku taruhkan hingga hariNya kelak!

Benar kata khotbah Pendeta A.S. yang saya dengar minggu lalu, hari Minggu itu adalah waktunya untuk menambah energi dan menerima motivasi. Kita ini ibarat handphone, Minggu mengisi energi, Senin Selasa masih semangat, Rabu Kamis semangat mulai berkurang, Jumat mulai lemah, Sabtu betul-betul lemah, maka kita harus datang ke gereja untuk menambah semangat baru. Hari ini semangat ku kembali bertambah, hari ini aku siap untuk menjalani hari-hari ku ke depannya.

Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau
Lihatlah Dia prihatin menunggu, menunggu aku dan kau
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!"
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil
"Kau yang sesat, marilah!"
~~~







Sabtu, 29 Oktober 2016

Teman



Untuk teman yang merasa berteman . . .

Aku tau kau juga punya cerita teman, tapi ijinkanlah aku menyelesaikan cerita ku lalu kau ceritakan dengan versi mu yang sama dengan cerita ku dan sepertinya itu tak penting tapi mungkin itu kebanggaan bagi mu. Whatever! 

Aku tau kau sedih teman tapi aku sedang letih, aku ingin mendengar cerita mu tapi sekarang aku begitu lelah. Ijinkan aku beristirahat sebentar lalu kembali dengan semangat yang baru untuk memberi semangat pada mu. Aku tak ingin tampak lemah di mata mu, bagaimana bisa aku memberi mu semangat ketika aku sendiri tidak semangat. Sabarlah sebentar teman, aku hanya beristirahat sebentar. Ku harap kau masih setia menanti ku teman. Setelah itu kau bisa ceritakan semua kisah mu. Kita akan cari solusi nya. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Tapi rasanya untuk malam ini hati dan pikiran ku sedang letih. 

A
Ak
Aku
Aku i
Aku in
Aku ing
Aku ingi
Aku ingin
Aku ingin b
Aku ingin be
Aku ingin ber
Aku ingin beris
Aku ingin berist
Aku ingin beristi
Aku ingin beristir
Aku ingin bersitira
Aku ingin beristirah
Aku ingin beristiraha
Aku ingin beristirahat!

Zzz. . . 

Jumat, 28 Oktober 2016

Roh Memang Penurut Tetapi Daging Lemah

Memang betul yang di katakan Matius 26: 41 "Berjaga-jaga dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Saya merasa semua kekuatan yang saya miliki belum maksimal, tapi mau sekuat apa pun usahanya kalau daging tidak kuat tidak biasa di paksakan. Berulang kali saya paksa yang ada saya semakin menderita. Rasanya badan begitu lemas, memang kalau cuaca dingin selalu membuat saya semakin melemah. Gimana mau tinggal di Tarutung kalau kondisi badan begini. Huhuu..

Padahal hampir setiap hari saya makan buah, minum susu dan istirahat cukup tetap saja badan melemah. Teman-teman bilang tidak ada yang bisa membuat badan sehat kecuali pikiran. Teman-teman menyarankan untuk bermeditasi, sudah pernah saya coba. Tetap saja itu sangat melelahkan. Hahaha

Memang pikiran sangat mempengaruhi kesehatan tubuh, saya tak habis pikir bagaimana nanti saya kalau sudah berkeluarga dan memiliki anak. Otomatis semakin banyak pula yang akan saya pikirkan. Tapi mungkin saya bisa seperti ini karena sedang menahan sesuatu dan tidak ada teman yang bisa diajak bertukar pikiran. Jadi apa yang harus saya lakukan? Belum ada jalan keluarnya hingga kini. Tapi dengan membaca dan menulis sedikit menenangkan pikiran. Hanya saja sekarang sudah tidak ada tempat yang aman untuk bercerita, hanya di sudut kamar 25 aku bisa bercerita dengan Tuhan ku. 

Ayolah, tetap berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi. Coba perbaiki diri sedikit demi sedikit. Ingat bahwa orang sukses tidak pernah menuliskan keluhan di media sosial nya atau di mana pun. Bukan karena mereka tidak memiliki masalah, justru mereka lebih banyak masalah memikirkan anak, istri, tagihan, dan banyak lagi. Masih muda masih banyak yang harus di jalani tetap semangat jangan patah semangat! Mimpi mu sudah ada di depan mata. 

-Wait Me-

Selasa, 25 Oktober 2016

Seeing the Invisible



Seeing the Invisible” atau melihat yang tidak kelihatan merupakan suatu refleksi pribadi dalam kehidupan saya yang ingin saya bagikan pada Anda. Hidup berarti mengalami dan pengalaman harganya sungguh sangat tidak murah. Kadang-kadang perlu dibayar dengan uang, waktu, tenaga, pikiran, bahkan dengan hati dan air mata. Itulah hidup.

Mencintai, bertepuk sebelah tangan, memulai hubungan, putus cinta, terluka, sembuh, dll, itu merupakan suatu rangkaian kehidupan yang terjadi dalam hidup saya. Hal yang indah, menyenangkan, membuat bersemangat, menyedihkan, getir, kecewa, luka, itulah yang saya alami dalam kehidupan cinta saya.

Saya yakin banyak dari Anda juga sudah mengalaminya atau bahkan sedang mengalaminya. Dalam hidup, serangkaian peristiwa yang terjadi seringkali menjadi pertanyaan bagi saya. Entah dengan Anda, tetapi pada saat kondisi yang terburuk terjadi, saya terkadang bertanya:

Why God? Why me?

Ketika semua pertanyaan yang menari-nari dalam benak saya dan meminta suatu jawaban, suatu penegasan untuk alasan saya harus dan diizinkan mengalami hal tersebut, sungguh Tuhan itu baik, Ia tidak pernah mengecewakan saya. Setiap kali saya bertanya:

Why God? Why me?

Ia selalu menjawab saya dan seketika Ia membuat saya mengerti alasan saya diizinkannya mengalami hal tersebut:

1. Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tuhan mengizinkan hal-hal yang tidak menyenangkan, yang mengecewakan, dan bahkan yang menyakitkan terjadi dalam hidup saya karena ada suatu kebaikan yang dapat saya petik dari apa yang telah saya lalui. Mungkin Anda akan bertanya, kebaikan apa kiranya yang dapat dipetik dari peristiwa yang bahkan membuat luka?

Bukankah akan lebih baik kalau tidak mengalami hal tersebut? Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya, itu baik, karena itu adalah hal yang menyenangkan untuk tidak mengalami sakit atau luka; dan tidak, itu tidak baik, karena dengan mengalami berarti memahami.

Bila ada seseorang datang pada Anda dan berkeluh kesah mengenai dia bertepuk sebelah tangan dan itu terasa begitu menyedihkan dan menyakitkan hatinya, sementara Anda tidak pernah mengalaminya, bisakah Anda mengerti? Jawabannya mungkin saja bisa.

Namun untuk sepenuhnya merasakan yang dia rasakan, itu hanya mungkin pada saat Anda telah mengalaminya sendiri. Tuhan mengajarkan saya sesuatu hal yang tidak bisa saya pahami lewat pengetahuan atau pemikiran saya, tetapi lewat pengalaman. Hal itu adalah empati. Empati berarti merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan bertindak.

Bila saya tidak mengalami dan hanya sampai tatanan ilmu dan pemikiran, saya mungkin hanya bisa bertindak sampai level simpati. Simpati berarti turut prihatin dan mencoba mengerti, tetapi tidak merasakan apa yang dialami orang lain.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus mengalami semua hal yang buruk untuk bisa mengerti, tidak, bukan itu maksud saya. Tetapi.. saat Tuhan mengizinkan hal-hal tertentu terjadi dalam hidup saya, itu karena ada suatu rencana yang indah di baliknya, yaitu untuk membawa kebaikan, baik bagi saya maupun bagi orang lain.

Yeremia 29:11: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Ya, itulah rancangan Tuhan dalam hidup saya dan itu juga rancangan Tuhan bagi hidup Anda.

2. Tuhan merendahkan hati saya dan membuat saya tidak menghakimi orang lain.

Matius 7:1-2: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Saat saya meninjau peristiwa-peristiwa dalam hidup saya dan kemudian saya melihat diri saya saat ini, saya melihat proses yang diizinkan Tuhan itu untuk merendahkan hati saya dan membuat saya untuk belajar tidak menghakimi orang lain. Ya, itu bukan hal yang mudah. Saat saya tidak mengalami sendiri, saya mudah jatuh dalam menghakimi orang lain.

Saya sering merasa sayalah yang paling benar dan rasanya kog bodoh sekali untuk orang itu bisa mengambil langkah seperti itu. Saya tidak bisa mengerti dan bahkan merasa bangga karena tidak melakukan hal yang bodoh.

Tetapi pada saat saya mengalami hal yang menyakitkan karena pengambilan keputusan yang keliru, saat itulah saya bisa mengerti betapa saya sebenarnya tidak berbeda dari orang lain. Terlalu sombong bagi saya untuk bisa menganggap saya yang paling hebat dan paling benar. Sangat-sangat takabur! Mengalami berarti merendahkan diri dan belajar tidak menghakimi orang lain.

3. 1 Korintus 10:13: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Ya, Tuhan itu baik, Ia tidak pernah mengizinkan sesuatu terjadi di luar kemampuan saya untuk menanggungnya. Ia tahu benar diri saya dan batas kekuatan saya. Pada saat sesuatu dapat membahayakan kehidupan saya, Ia turun tangan untuk menghentikan itu.

Saya telah mengalaminya beberapa kali. Saat itu hati saya sungguh sakit, namun juga saya bersyukur karena Tuhan tidak tinggal diam. Ia selalu menjaga saya. Saya sangat bersyukur karena memiliki Tuhan yang begitu peduli pada saya.

4. Tuhan membuat saya belajar dan belajar banyak hal. Hal yang tidak mudah dan bahkan seperti yang saya katakan pada awal notes ini, harus saya bayar dengan hati dan air mata.

Ia mengajarkan saya tentang

– Kasih yang sejati (1 Korintus 13:4-7),
– Tentang mengampuni (Matius 18:21-22),
– Tentang melangkah maju dan melupakan apa yang di belakang (Filipi 3:13-14),
– Tentang memberkati orang yang menyakiti saya (Roma 12:14),
– Tentang pengendalian pikiran (Filipi 4:8),
– Tentang menjaga hati (Amsal 4:23),
– Tentang berserah pada Tuhan (Mazmur 37:5),
– Tentang berdoa dan mengucap syukur (Filipi 4:6),
– Tentang bersuka cita (Filipi 3:1a), dan terutama
– Ia mengajarkan pada saya bahwa dalam kondisi apapun, bahkan pada saat saya merasa sendiri, saat tidak ada seorangpun yang tahu, saat tidak ada orang yang mau peduli, Ia tidak pernah meninggalkan saya (Ibrani 13:5b), Ia begitu bisa diandalkan (Yeremia 17:7), dan Ia sungguh satu-satunya yang dapat diharapkan (Ratapan 3:25). Masih banyak lagi hal yang Tuhan ajarkan dan saya percaya Dia masih terus mengajar saya, sehingga saya harus terus belajar dan belajar sampai akhir hidup saya.

5. Tuhan menyiapkan saya dalam pelayanan dan hal-hal yang akan saya alami di depan.

Efesus 4:12: untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Sungguh dalam Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan. Dulu saya pernah berkata pada diri sendiri:

“Ah kalau cuma satu kali, bisa saja hanya kebetulan. Tapi kalau sudah lebih dari satu kali itu namanya bukan kebetulan.”

Ya, Tuhan mematahkan hal itu, dalam Dia sungguh tak ada kebetulan. Segala sesuatunya telah tertata dan walaupun tidak dengan cara yang manis dan elegan seperti yang saya harapkan dan seringkali saya tidak mengerti mengapa begini dan mengapa begitu, tetapi saya tahu pada akhirnya Tuhan akan membuat saya memahami. Walaupun saya tidak mengerti rencanaNya secara mendetail, tetapi saya tahu bahwa saya dapat mempercayai hati-Nya.

6. Pada akhirnya semuanya itu membuat saya mengerti satu hal. Ia memberikan saya suatu keyakinan, bahwa saya akan menikmati dan melihat penggenapan rancanganNya pada suatu waktu yang telah ditetapkanNya.

Pengkotbah 3:11a: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Ya saya sungguh percaya akan hal ini. Hal-hal yang sepele yang bahkan kadang tidak saya doakan dan tidak saya minta, tetapi terbersit dalam hati saja Ia tahu dan Ia berikan, apalagi hal-hal yang besar yang saya doakan dan saya minta dengan penuh kerinduan.

Saya sungguh yakin, hari itu akan datang dan Tuhan sedang mempersiapkan saya menuju ke sana. Bukan perjalanan yang mulus bak di jalan tol, tetapi saya yakin pada waktuNya saya akan sampai pada tujuan juga.

Apa yang saya renungkan ini, saya yakin Tuhan juga memiliki maksud dan rancangan yang indah pula dalam kehidupan Anda.

Believing is what you have to do and you will see the invisible.

Percaya itu yang harus Anda lakukan dan Anda akan melihat apa yang tidak kelihatan.

Amin. Tuhan Yesus memberkati. (Sumber : Angela "BLESSING")

Senin, 24 Oktober 2016

Hukum Truk Sampah




Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki-maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.

Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?"

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada orang lain termasuk anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali anda buang kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menyikapinya.

You choose to be Happy or Grumpy !!

Hidup ini jangan di isi dengan hati sampah, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang memperlakukan anda tidak benar.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Jangan pernah menghakimi orang lain. Biarlah kita menjadi pribadi yang bijak dan mencoba belajar mengerti orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Matius 5:46-48
"Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Sumber: Blessing

Sabtu, 22 Oktober 2016

Batal Olahraga


Pagi ini disponsori oleh cuaca sendu yang kemudian membuat saya batal olahraga, akhirnya saya memilih untuk santai sembari bergolek-golek ria di atas kasur. Saya bukan orang yang hobby untuk menonton televisi, sehingga membuat saya kebingungan aktivitas apa yang akan saya mulai di pagi hari ini. Akhirnya saya memilih untuk browsing browsing gambar unik dengan keyword "Wallpaper HD" akhirnya muncul lah beberapa gambar yang cukup menarik untuk di download. Setelah itu saya kembali bingung untuk berbuat apa, sehingga saya memilih untuk mencari gambar lagi dengan keyword "Wallpaper for iphone 5" *padahal handphone saya So*y. 

Ditengah pencarian gambar saya kemudian teringat tentang instagram yang di private. Saya memberanikan diri untuk membuka kembali instagram saya dan saya ingat beliau sempat follow saya di instagram, kacau nya sudah tak ada lagi nama beliau di notifikasi instagram saya. Sekilas saya berpikir, mungkin dia sudah menjadi pengguna media sosial yang bijak sudah tau melihat yang baik dan benar (sejauh yang saya tau beliau orang yang cuek dan kurang paham akan dunia maya ini). Tapi saya jadi heran kenapa di akun line nya berubah jadi 'Unknown' awalnya saya berpikir mungkin karna hp nya hilang (dia pernah bilang) atau dia ganti akun, atau atau yang lainnya. Tapi semua pikiran positif saya itu tidak masuk di akal kecuali dengan alasan "dia memang menghindar". Karena dilanjut dengan akun instagram yang unfollow dan di privasi. Seolah saya menjadi detektif dadakan karena kejadian ini. Hahaa

Saya jadi ingat beliau pernah invite saya di bbm lalu malamnya namanya sudah tidak ada lagi, saya pikir bahwa dia perhatikan diterima atau tidak permintaan pertemanannya. Tak lama kemudian dia invite kembali dengan waktu yang cukup lama dia tetap bertahan tanpa saya terima. Ternyata eh ternyata hasil kepoin beliau hp nya hilang (pantasan saja). 

Saya tak habis pikir 2 kali beliau mencoba untuk menghubungi saya kembali tapi tak lama kemudian handphone nya pasti hilang. Alam pun enggan untuk menyatukan kami. Wkwkwkkk

Tapi yaasudin, aku rapopo toh mas... Wong jodoh Tuhan yang atur, kalo jodoh kita pasti bertemu lagi. Kalo gak jodoh yah yang lain pun saya sudah siap. Ngapain dipaksakan, semua akan berubah. Tenang saja!

Itulah hasil dari olahraga yang batal pagi ini, hasil penelitian pun sudah jelas dan penantian masih tetap dilanjutkan. 

Percayalah, jika wanita sudah menulis mu dalam tulisannya, maka hanya ada dua kemungkinan. Ia sangat mencintai mu atau ia sangat membenci mu ~ Anonim

Selamat berakhir pekan 😎

Jumat, 21 Oktober 2016

Prepare YourSelf



Akhir-akhir ini berkat membaca beberapa artikel muncul ide-ide dan motivasi yang sangat berguna bagi saya. Sempat jatuh bangun dan bangkit lagi, kini saya memutuskan untuk maju terus dan jangan menyerah! Selama ini saya hanya menunggu orang datang untuk memberi motivasi lalu bangkit lagi. Mau samapi kapan? Halloooo!!!

Pagi ini di awali dengan di private nya akun seseorang, mungkin dia tau ada segelintir orang (termasuk saya) yang sedang kepo dengan dia. Tapi yasudahlah, bukan nya itu membantu saya juga? Iya kali yaa. Haha... *Iklan

Mungkin suatu hari nanti akan ada orang yang datang dan hadir di hidup mu untuk memberi warna, kemudian dia akan pergi, lalu datang kembali. Entah apa maksud dan tujuan dari semua itu. Saya sempat terombang-ambing dengan susana hati yang entah bagaimana rasanya saya pun sulit untuk menjelaskannya. Seseorang datang, pergi, kembali lagi, lalu pergi. 

Syukurnya berkat kejadian ini saya jadi belajar banyak, bahwa kita tidak bisa merubah seseorang dan tidak bisa membentengi apa yang akan terjadi di kehidupan kita, karena siapa yang tau kehidupan selanjutnya? Tapi ada satu pelajaran yang saya petik dari kejadian ini dan yang harus saya pelajari lebih lagi yaitu "Prepare Yourself". Mungkin kita, kamu dan terkhususnya saya akan jatuh bangun apabila ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Contoh simpelnya, ada seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan kita lalu dia pergi dengan alasan yang tidak jelas, kemudian datang lagi tanpa dosa apa-apa kemudian pergi lagi secara tiba-tiba. Seolah ada yang menggantung dari kehadirannya *Curhat! Kita bak kelinci percobaan yang siap sedia untuk dipermainkan. Satu hal yang harus kita tanamkan dalam diri kita yaitu "Prinsip". Kita harus membuat perjanjian dengan diri kita sendiri dan harus melibatkan Tuhan! Tegas kepada diri sendiri dan membuat Goals yang yang harus di capai. Coba buat tujuan dan target mu untuk kedepannya, sehingga kita tidak akan kembali dengan masalah dan pergumulan yang sama berulang-ulang. Saya pernah membaca sebuah kutipan di artikel yang berbunyi "Kau hanya akan menghabiskan waktu untuk menangisi dan menyesali yang sudah terjadi, bangkit kembali untuk terus maju dan mantapkan langkah mu!". Kemudian saya teringat dengan kutipan buku Bapak Dahlan Iskan yang berkata "Selagi muda, habiskan jatah gagal mu!". Ini bukan terkait dengan masalah pasangan hidup tetapi juga dengan karir. Mungkin tidak semudah mengucapkan dan mengetik kisah ini, tapi segeralah Mulai dan Move on! Keluar dari zona aman mu sampai kau peroleh kemenangan atas usaha dan harapan mu. 

Sudah banyak yang saya korbankan dari ketidakjelasan tujuan hidup ini, kini saya akan tetap maju, berusaha, berharap dan selalu berdoa dengan tulus hati karna Alkitab bilang "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu". Mulai untuk hidup percaya dan optimis, Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada anak-anak Nya. 

Tuhan beserta kita. Tetap Semangat dan Bahagia :)



Wisuda???

Bagi kebanyakan orang, wisuda adalah hal yang paling membahagiakan dan membanggakan. Entah mengapa berbeda dengan saya. Batin saya menolak wisuda karna bagi saya itu sesuatu................... Aaah, terlalu sulit untuk di ungkapkan. Tapi Saya bersyukur karena berkat menggeluti dunia baru ini, saya mendapatkan bacaan yang sangat sangat sangat berguna bagi saya dan sesuai dengan isi hati yang sulit untuk di ungkapkan. Beginilah isinya . . .

*Throwback Wednesday,  21th October 2015 

Ironi perayaan gelar sarjana: sebuah naskah pidato Wisuda

Oleh: Dewi Setya 



Siapa sih yang nggak tahu mbak Erica Goldson? Lulusan terbaik Coxackie-Athens High School Amerika yang beberapa tahun silam pidato wisudanya menjadi viral di peredaran maya. Pidato nyinyir yang mengkritik sistem pendidikan ala peternakan. Berikut saya kutip secuil nyinyirannya.

…the majority of students are put through the same brainwashing techniques in order to create a complacent labor force working in the interest of large corporations and secretive government, and worst of all, they completely unaware of it…

“…mayoritas siswa dicuci otaknya agar puas menjadi tenaga kerja perusahaan besar dan badan rahasia pemerintah, dan yang terburuk dari itu semua, mereka sama sekali tidak menyadarinya…”

Terinspirasi darinya, saya pun menyusun naskah pidato untuk sebuah upacara yang sama. Sayangnya, saya enggak berkesempatan untuk berpidato, sebab bukan mahasiswa terbaik yang terindikasi memperoleh skor tertinggi.

Di sini kekecewaan berujung. Jika mahasiswa terbaik indikatornya hanya IPK, lantas bagaimana cara institusi pendidikan tinggi menghargai puncak karya ilmiah mahasiswa? Kenapa enggak ada skripsi terbaik?

Kan mesakne mahasiswa yang serius mengerjakan penelitian dengan segala asketisme dan idealismenya, eh, dianggap kalah berharga dibanding presensi kehadiran mahasiswa yang dikonversi menjadi Indeks Prestasi Akademik. Untung, saya bukan tipe mahasiswa yang mengerjakan karya ilmiah seserius itu.

Well, sebab naskah pidato ini enggak memuat sanjungan penuh takzim untuk para dosen sebagaimana lazimnya sehingga juga ditolak untuk dibacakan. Maka, dengan segala kepasrahan saya serahkan kepada Mas Eddward S. Kennedy, selaku pihak otoritatif dari situs paling bahagia se-jagat maya.

Berikut naskah pidato wisuda yang saya coba susun.

Assalammualaikum wr.wb..

Yang terhormat seluruh wisudawan-wisudawati setanah air…

Ada tiga momentum berurutan di mana linimasa medsos dipenuhi foto perayaan pelepasan status mahasiswa. Pendadaran, yudisium, dan upacara wisuda. Ini semacam prosesi lamaran, pre-wedding, lalu nikahan.

Karena ada 3 periode wisuda dalam setahun di kampus ini, maka sebanyak 9 kali setahun linimasa medsos saya mengalami musim upload foto nyengir memegang balon dan bunga, dengan interval waktu tertentu.

Ternyata perayaan gelar sarjana kini tak kalah ngepop dengan event hip hip hura UKM maupun BEM (Badan Event Mahasiswa). Coba bayangkan, berapa omset studio foto dan rias wajah wisuda per tahun? Hmm.. bisnis yang prospektebel, bukan?

Memandang upload-an foto dengan caption “Alhamdulilah” yang bisa saja lebih panjang dari kereta api Malioboro Express itu, saya bukannya iri, tapi, geli(sah) dan diliputi perasaan campur aduk setelah mengalami hal serupa yang disebut kelulusan.

Kelulusan sejatinya adalah melepas hak untuk mengakses jurnal-jurnal nasional hingga internasional yang dilanggankan oleh kampus (well, meski kita juga bayar sih, tapi kan kolektif, sehingga lebih murah). Melepas hak untuk berlangganan jurnal tertentu dengan biaya jauh lebih murah dari harga normal. Melepas diskon-diskon via member card bertipe mahasiswa di beberapa merchant tertentu. Melepas kesempatan makan enak di seminar-seminar besar dengan gratis atau dengan biaya lebih murah dan bonus-bonus lainnya.

Jadi, status mahasiswa dan bonus materi adalah sesuatu yang inheren.

Lha, gelar sarjana sodara sekarang? Apa bisa buat beli tiket ArtJog 9 di JNM dengan rabat 50%?

Terlepasnya status mahasiswa juga mengurangi rasa percaya diri untuk turut melafazkan SUMPAH MAHASISWA setelah beratus-ratus meter longmarch di jalanan. Ini, kawan-kawanku sekalian, akibat dari pranata sosial yang senantiasa mengusik melalui julukan “pengangguran”.

Wisudawan-wisudawati rahimakumullah…

Sudah berapa judul buku yang khatam Anda baca dan didiskusikan? Berapa karya ilmiah yang Anda produksi? Berapa ulasan kritis atas persoalan sosial yang Anda terbitkan? Seberapa luas bergaulkah Anda? Mampukah Anda kini membaca realitas sosial? Seberapa banyak lembaga riset yang pernah Anda kunjungi? Seberapa sering Anda berbaur di ruang-ruang diskusi? Berapa kali Anda turun aksi (meski cuma megangin bendera sambil selfie)?

Pertanyaan sarkas di atas harus selesai dijawab, sebelum Anda tergesa-gesa bangga mengupload foto-foto berkostum kebaya dengan seperangkat konde itu di seluruh akun medsos. Btw, kenapa, ya, musti kebaya? Kalau mau total berbudaya, harusnya sekalian pakai baju adat daerah masing-masing dong, supaya nggak Jawa-sentris, biar kita bisa juga karnavalan.

Jangan-jangan selfie cengar-cengir pamer selempang cumlaude itu enggak relevan dengan gelar sarjana Anda yang penuh beban ideologis?

Kan ngisin-ngisini kalau lulus sarjana taunya cuma kampus, warung kongkow, dan kos-kosan. Kalau kosannya mirip rumah kos Tjokroaminoto, tempat berkumpul orang-orang repolusioner, sih mending, lha ini cuma buat kelonan. Jangan-jangan sodara juga enggak tau Angmo? Keterlaluan betul. Kurang populer apa Mas Puthut EA mengudara di linimasa medsos sampai-sampai mahasiswa di kota berpredikat ‘pelajar’ ini enggak tau Angkringan Mojok?

Mereka yang mengantar kita sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan pastilah berangkat dari realitas sosial, bukan dari ruang berpendingin yang harum. Gimana sekarang mau membuka pintu gerbang dan masuk ke halaman kemerdekaan kalau membaca ruang sosial saja Anda belum tuntas? Mau selamanya di depan pintu gerbang?

Sudah begitu, sodara mengaku sebagai intelektual setelah dapet toga? Memangnya seberapa berarti karya ilmiah Anda dalam menuntaskan persoalan fakir, miskin, anak terlantar, hingga jomblo? Tanpa visi ideologis, jumlah angka yang dibanggakan itu hanyalah sarana transaksi antara tenaga dan kapital.

Duhai wisudawan-wisudawati yang berbangga diri…

Mari kita kenang masa kenikmatan menjadi mahasiswa. Masa di mana kebebasan berkarya dan kritik sana sini, tanpa merasa tertekan kala mengosongkan kolom gaji perbulan pada formulir pendaftaran SIM. Maka, ingin rasanya misuh saat menjumpai mahasiswa yang baru lulus ospek kok sudah kebelet lulus kuliah prematur.

Oalah, le… Selesai kuliah 3.5 tahun itu hal yang lumrah semenjak perguruan tinggi menerapkan sistem SKS (Selesai Kuliah Secepatnya).

Contohlah Mbak Kalis Mardiasih yang tertawan lama oleh status mahasiswanya, namun produktif tak kepalang. Apa? Anda enggak kenal dia siapa? Ngana sepertinya punya smartphone yang sudah saatnya juga diwisuda.

Dari tulisan-tulisan tercecer Mbak Kalis seseungguhnya kesadaran naif masa mengambang medsos perlahan dikonversi menjadi kritis. Nilainya bisa melebihi tugas kuliah yang ujung-ujungnya dikonversi menjadi angka-angka dengan judul indeks prestasi kumulatif. Mahasiswa sejenis itu yang kelak perayaan wisudanya bakal jadi sebuah milestone, bukan ironis. Laksana calon jama’ah haji yang tiba giliran keberangkatan setelah beratus-ratus purnama mengantri.

Wisudawan-wisudawati yang sudah siap siaga tongsis…

Sebelum saya mengakhiri pidato ini, marilah kita mengukur seberapa ironis perayaan gelar sarjana kita hari ini?

Demikian, saya tutup pidato ini dengan berpura-pura candid di depan kamera. Mas yang megang kamera tolong agak mendekat… *cekrek*


Senin, 10 Oktober 2016

Finally I Found You

Hari ini aku membuka Perjumpaan Kreatif, By: Pdt. Dr. Deonal Sinaga

Aku menemukannya

Dan aku telah memutuskan!


Kekuatan Orang Beriman

Sahabat yang baik hati, selamat hari Minggu! Firman Tuhan pada Minggu XIX setelah Trinitatis hari ini (Habakuk 1: 1-4; 2 Timoteus 1:1-8) mengarahkan kita untuk melihat dimanakah sumber kekuatan bagi orang percaya/beriman.

Keadaan eksternal atau fenomena dunia sekitar sering menjadi ujian bagi seorang beriman. Bencana alam, penyakit, ketidakadilan, kemiskinan, apalagi "Penindasan" sering membuat seseorang mempertanyakan keberadaan Tuhan. "Theodicy" sebagaimana diungkapkan oleh Alvin Plantinga, merupkana jawaban terhadap pertanyaan, "Mengapa Tuhan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi?"

Nabi sendiri seperti Amos atau Habakuk adalah manusia biasa yang merasakan sakitnya ketidakadilan atau penindasan yang terjadi kepada umat yang dilayaninya. "Berapa lama lagi, Tuhan, aku berseru kepadaMu: "Penindasan", tetapi tidak kau tolong? Dengan menyingkap berbagai fakta empiris, Habakuk sepertinya "menguliahi" Tuhan, dan berkata, "Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya". Namun pada akhirnya, Habakuk menunjukkan kualitas orang beriman, yakni menanti apa yang akan dikatakan dan diperbuat oleh Tuhan.

Berani menanti, mendengar dan menerima jawaban akhir dari Tuhan adalah kekuatan orang beriman. Terkadang, bahkan mungkin sering, jawaban Tuhan itu tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita, namun pada akhirnya, jika kita mampu menanti, mendengar dan menerima jawaban Tuhan, justru itu jauh lebih indah dan lebih baik. Kita akan mengakui kebesaran dan kekuatan Tuhan. Dia melakukan jauh lebih baik dari yang kita mampu bayangkan.

"Providentia Dei", dalam penyelenggaraan Tuhan - orang beriman perlu memegang prinsip ini, "Do your best and let God do the rest" - Lakukanlah yang terbaik menurut akal, hati nurani dan kemampuan terbaikmu, selebihnya biarkan Tuhan yang bertindak! Hal ini benar dan berlaku dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dalam kerangka berpikir ini juga, Paulus mengingatkan anak rohaninya Timoteus agar tetap kuat di dalam Tuhan. Dia tidak perlu takut dan khawatir dengan kenyataan bahwa penguasa cenderung menindas orang percaya, dan ajaran sesat sepertinya ingin mencengkram kekristenan yang sedang berkembang saat itu. Timoteus harus terus menyaksikan Kristus sang Juruselamat, karena "Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban".

Sahabat ku, bagaimana pun realitas hidup yang Saudara, Saya, KITA hadapi, tidak ada yang terlepas (independent of) penyelenggaraan Tuhan Allah (Providentia Dei). Karena itu, sebagai seorang beriman, kita sebaiknya sabar dan dengan iman menanti, berharap dan akan melihat yang terindah, jika kita terima kenyataan itu dengan tulus ikhlas. Hal ini bukan berarti kita diharapkan untuk pasif: duduk, diam dan berpangku tangan menanti apa yang terjadi. SAMA SEKALI TIDAK!

Sebaliknya, kita harus pro-aktf: menggunakan segala akal, pikiran, kemampuan yang terbaik untuk mewujudkan apa yang kita yakini seharusnya terjadi. Tetapi pada akhirnya, kita harus berserah pada tindakan Tuhan. Yakinlah: TUHAN PASTI BERTINDAK, dan tindakan Tuhan adalah SELALU YANG TERBAIK!

Dear Friends, our life is in "Providentia Dei". Therfore i wish you a joyful and great sunday.

BE BLESSES AND SMILE!

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: