Senin, 13 Februari 2017

Minggu I Diklat Pembidangan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII

23 Januari 2017 adalah awal mulanya cerita diklat pembidangan di Udiklat suralaya. Rasanya begitu menyenangkan, kami diberikan fasilitas yang cukup memuaskan dari makan pagi siang malam, snack pagi dan sore, laundry, dan masih banyak lagi fasilitas yang kami terima. 30 hari ke depan adalah waktu kami untuk melakukan Diklat pembidangan. Tidak ada bermanja-manjaan, walaupun kami sudah keluar dari Pusdikajen peraturan Pusdik masih tetap melekat dengan kami, dan kami juga masih didampingi oleh komandan dari Pusdik. Untuk 10 hari ini kami didampingi oleh komandan F. Harahap. Kami selalu menjadi bulan-bulanan orang Batak. Yah, tak apalah. Kami selalu diterikai “WOI BATAK!” Tak apa sih, itulah identitas kami. Hahaha

Seminggu melaksanakan Diklat kami mengikuti pembelajaran dengan cukup disiplin. Kami diberikan materi-materi sesuai dengan jurusan kami tentang administrasi. Tak lupa juga di awal dan akhir materi kami selalu melakukan test sebagai shock therapy. Jujur di awal masuk kelas, ada rasa takut karena kami dikumpulkan dari berbagai kampus di Indonesia diantarnya: UI, UGM, ITB, UNDIP dan UNPAD dan Politeknik adalah perguruan tinggi terendah (sepertinya) kalau pun  ada  lulusan swasta juga  dari kampus yang ternama. Rasanya berada dikelas yang sama dengan teman-teman yang hebat cukup membuat minder. Tapi semua diluar bayangan, karena mereka semua hebat mau berbagi dan kami saling melengkapi.

Kurang lebih 21 tahun belajar, di saat pembidangan inilah otak bekerja ekstra. Apalagi kalau instruktur memberikan materi tentang perhitungan terkait tentang gaji dan bonus apalagi Pph pasal 21, rasanya otak ini bekerja secara  maksimal. Saya juga salut melihat teman-teman kelas administrasi karena sebahagian dari mereka bermain laptop sembari materi berjalan. Tetapi mereka tetap fokus mendengarkan materi yang sedang  berjalan. Terbukti apabila instruktur selesai menerangkan ataupun disela-sela berjalannya materi mereka masih tetap bertanya. Wuaahhh, saya salut dengan mereka. Padahal saya sendiri walaupun sudah serius mendengarkan selalu tidak bisa mengajukan pertanyaan. Hahahaa...

Ada juga teman yang selama materi tertidur, tapi ketika si instruktur bertanya apa ada yang ingin bertanya dia masih tetap bertanya. Saya bingung bagaimana kemampuan otak mereka. Sangat luar biasa. Jadi mau gak mau, suka gak suka saya harus memaksakan otak yang tak seberapa ini untuk bisa menyeimbangkan atau minimal selevel dibawah mereka. 

Yahhh, begitulah cerita seminggu ini selama di Udiklat. Walaupun kami tidak diberi hp kami tetap semangat karena kami diberi kesempatan di hari sabtu dan minggu untuk melakukan pesiar atau jalan-jalan manja. Di hari sabtu kami pergi ke bukit teletubis dan di hari minggu kami pergi ke Pantai. Sebenarnya ini bukan liburan karena tidak ada objek wisata yang mau di lihat. Tapi entah kenapa rasanya begitu menyenangkan kemana-mana bersama teman-teman  penuh canda dan penuh tawa. Kami juga pergi gereja bersama di hari minggu. Kebersamaan itu pun semakin terasa ketika berjumpa kembali dengan teman-teman yang ada di Anyer dan Lebak gede.

Tak terasa seminggu telah berlalu dengan penuh suka duka, semoga 3 minggu ke depan masih sama dan kami tetap bahagia dan sehat. Amin.. Tunggu cerita diklat selanjutnya. Bye!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: