Tidak terasa bulan Januari akan segera berlalu dan masih saja belum ada postingan di blog tercinta ini. Sepertinya di penghujung bulan ini menjadi awal yang baik untuk memulai menulis kembali. Besar rasanya kerinduan untuk menulis lagi, tapi dikarenakan waktu dan kesempatan yang sangat minim membuat ku harus mengurungkan niat untuk menulis. Banyak kisah yang telah terlewatkan selama menjalani bulan Januari ini, tidak perlu berlama-lama lagi ceritanya akan dimulai sekarang.
7 Januari 2017 adalah kali pertama aku menginjakkan kaki ke kota Bandung. Pergi sendiri, berjuang sendiri itu sudah menjadi hal biasa bagi ku, jadi tak perlu lagi bermanja-manja dengan orang lain. Selagi bisa berjuang sendiri harus tetap semangat!
9 Januari 2017 menjadi sejarah baru bagi ku dan juga teman-teman lainnya, dimana kami para calon siswa prajabatan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII di kumpulkan di Lapanagan Gasibu Bandung. Kami para pejuang dari Medan tidak tahu dimana dan bagaimana situasi di lapangan Gasibu itu. Tapi karena kami orang Medan dan pemberani kami bisa melewati semuanya. Hehee
Sesampai di lapangan gasibu kami langsung digiring dengan menggunakan angkutan TNI AD layaknya pejuang perang yang siap tempur. Kurang lebih 45 menit di perjalanan akhirnya kami sampai di rumah baru yaitu PUSDIKAJEN Lembang Bandung. Awalnya kami merasa enjoy-enjoy saja ketika kami disuruh baris, bernyanyi dan di sambut dengan ramah oleh para komandan.
Hari pertama berlalu dan kami sudah dibekali dengan pakain PDL (Pakaian Dinas Lapangan), alat tulis, ember, gayung, tas ransel, dkk. Hari kedua dilanjut dengan upacara pembukaan Pendidikan dan Latihan Pembinaan Sikap, Mental dan Disiplin Siswa Prajabatan PT Indonesia Power Angkatan XXII dan XXIII Tahun 2017. Kami pun sah menjadi siswa PUSDIKAJEN yang tidak boleh bermalas-malasan, bermanja-manja, sakit-sakitan apalagi nyakit, kami harus kuat dan tetap semangat!
Selama di Pusdik kami dibekali berbagai materi seperti: Menetapkan Tujuan Hidup, Change Paradigm, Pembinaan Motivasi, Pembinaan Disiplin, Wawasan Kebangsaan, pengetahuan akan dunia kemiliteran (bongkar pasang senjata, bertahan hidup, taktik dan strategi, pertahanan Negara), naik turun gunung dan masih banyak lagi ilmu yang kami dapat di Pusdik. Kami diajarkan untuk tidak APATIS, saling mendukung dan peduli satu dengan yang lainnya. Sangat terasa kekeluargaan selama 10 hari di Pusdik, rasanya semuanya menjadi sama tidak ada yang kaya, miskin, cantik, jelek, pintar, bodoh, semua sama!
Tapi 10 hari lamanya di Pusdik rasanya seperti 10 tahun, dimana kami setiap hari melakukan kegiatan yang begitu padat tapi cukup menyenangkan. Sulit diungkapakan, hanya hati yang mengerti. Hehee... Rasanya kisah suka duka di Pusdik itu tidak ada duanya, tapi kami tidak ingin mengulangnya kembali karena rasanya sangat melelahkan. Hahaha...
Walaupun kulit hitam, badan bau kadal, kaki bau hodal, kami tetap semangat, kami tidak boleh nyakit, kami satu keluarga Indonesia Power! Aku bangga menjadi bagian dari mereka, walaupun tak semudah yang ku bayangkan, Aku akan tetap bertahan!
Indonesia Power beraksi
Walau panas terik matahari
Berjuta kali IP beraksi
Bagi ku itu langkah pasti
Hari-hari esok adalah milik kita
Indonesia Power kebanggan bersama
Gegap gempita kami Siswa IP
Yang s'lalu semangat 55
Marilah kawan
Mari kita nyanyikan
Sebuah lagu. . .
Terimakasih Indonesia Power
Terimakasih PUSDIKAJEN
Terimakasih Komp. 1A


Ditunggu kelanjutannya.
BalasHapusasekkkk
BalasHapus