Berhubung jadwal untuk test selanjutnya belum ada di umumkan, saya dan kristina berniat mempersiapkan diri untuk test selanjutnya seperti persiapan wawancara dan lab nantinya. Dari informasi yang saya dengar di kaskus dan pengalaman-pengalaman yang sudah test, untuk test selanjutnya akan diadakan di pusat (Jakarta). Jadi jauh- jauh hari peserta yang sudah dinyatakan lulus test fisik harus memperiapkan diri baik dari segi kesehatan maupun dana untuk mengikuti test selanjutnya.
Kamis, 03 November 2016 jadwal belum juga keluar. Tiba-tiba ada yang membuat saya resah. Kemudian saya menghubungi Kristina dan kak Ningsih untuk mengungkapkan keresahan hati saya ini.
Yaa, bagaimana kalau sampai di Jakarta nanti kami akan berhalangan, kami harus menunggu sampai selesai bisa-bisa 4-5 hari lagi untuk pengumpulan urine. Ahh, tidak bisa dibayangkan!
Selesai pembicaraan itu saya kembali melanjutkan pencarian tips-tips wawancara. Lumayanlah dapat beberapa informasi sebagai bahan referensi. Ketika buang air kecil saya terkejut seperti ada tanda-tanda kedatangan tamu yang di harapkan, tapi ahh pikir saya nanti sama seperti kemaren karena beberapa hari yang lewat selama 3 hari sering terjadi flek darah pada saat saya buang air kecil, dan dari hasil pencarian saya itu disebabkan kelelahan dan stres tapi sekarang sudah tidak lagi dan saya mengabaikannya saja, karena nanti kalau semakin dipikirkan bisa jadi penyakit. Haha...
Pulang kantor perasaan saya mulai tidak enak seperti keram di perut dan Puji Tuhan ternyata betul Pagi ini (Jumat, 04 November 2016) Tamu yang di harapkan telah datang. Jadi kalau menurut feeling saya minggu depan sepertinya akan ada panggilan untuk test selanjutnya (feeling sih). Hehee... Semoga saja ini tanda untuk saya bisa lulus.
Teringat tadi malam, saya belajar latihan wawancara lagi dan membuat catatan-catatan pertanyaan yang biasa ditanyakan saat wawancara kerja. Berhubung saya sudah lelah saya akhirnya tertidur pukul 21:15. Ketika tidur saya bermimpi saya sedang mengikuti briefing diklat yang diadakan tidak jauh dari rumah saya di Parapat. Pada saat ingin berangkat saya minta ijin ke pembina untuk kembali ke rumah mengambil persiapan saya selama 2 minggu untuk wajib militer (wajib militer di mimpi saya ini diadakan berdasarkan kemauan sendiri dan pemerintahlah yang menyeleksi apakah layak untuk mengikuti wajib militer). Pembina pun memberi ijin untuk kembali kerumah mengambil perlengkapan, saya ingat betul saya pergi bersama teman saya Novida (teman dari SD sampai sekarang). Betapa terkejutnya saya melihat rumah penuh dengan orang-orang dan melihat bapak terbujur kaku diatas tempat tidur, saya sangat sangat terkejut. Kemudian tulang (saudara laki-laki mama) saya bilang "Udah kau siapakan air mata mu kan? Nangislah..." tapi anehnya saya tidak bisa menangis, saya langsung pergi ke samping bapak dan membuka kain yang menutupi tubuh bapak dan berdoa "Tuhan terimaksih Engkau telah memanggil kembali bapak untuk pulang dengan tenang, tolong sampaikan ke bapak aku gak bisa ngawani bapak sampai ke peristirahatan terakhirnya karena aku mau pergi diklat. Amin" Lalu saya tutup kembali tubuh bapak dengan kain, bergegas pergi ke kamar untuk mengumpulkan barang-barang yang akan saya bawa diklat. Kemudian saya pamit ke mama untuk diklat, anehnya waktu saya melihat ke arah bapak mata bapak terbuka tapi masih dengan keadaan lemas. Kemudian saya mendekati bapak dan berkata pak maaf aku gak bisa antar bapak, aku mau diklat. Bapak pun bilang "Iya gak papa, udah tercapai cita-cita mu kan? Berangkatlah, semangat dan jaga kesehatan" dan mimpi saya pun tamat sampai disitu. Ketika bangun saya tidak menangis seperti biasanya, saya langsung pergi ke kamar mandi karena sudah sangat kebelet pipis, saya ingat tadi malam saya sudah ingin pipis tapi karena mata terlalu mengantuk saya ketiduran. Hahaha..
Setelah selesai, saya bangkit dari kubur ehh tidur dan berdoa. Saya ingat sebelum test kesehatan saya juga 2 kali mimpi buruk. Pertama saya terlambat datang ke lokasi test dan kedua saya tidak ada baju untuk test semua teman-teman tidak ada yang perduli, sampai sampai saya pinjam baju pun tidak di kasih dengan alasan "aku gak suka baju ku di pake orang lain". Haha... Memang aneh. Tapi Puji Tuhan saya masih di berikan kesempatan untuk lanjut test. Semoga mimpi tadi malam juga sebagai tanda bahwa saya akan lulus seperti yang kata bapak "CITA-CITA MU SUDAH TERCAPAI KAN?".
Masih menunggu.
Sekian~



Tidak ada komentar:
Posting Komentar