Selasa, 27 Desember 2016

Tahap 4 dan 5 Recruitment Indonesia Power

Selasa, 04 Oktober 2016

Pengumuman jadwal LGD (Leaderless Group Discussion) dan Wawancara Psikologi akan diumumkan pagi ini pukul 08:00. Pagi itu beginilah kondisi papan pengumuman Fak. Ekonomi USU.


Belum ada tanda-tanda kehidupan, dan jumlah peserta ujian pun semakin banyak karena peserta yang ujian hari 1 dan 2 semuanya datang untuk cek jadwal ujian lanjutan. Tapi syukurnya panitia langsung membedakan pengumuman peserta yang ujian di hari berbeda. Jadi sedikit demi sedikit peserta pun semakin berkurang karena jadwal ujiannya bukan hari ini, dan saat nya beraksi untuk sampai di bagian terdepan papan pengumuman. Akhirnya, kristina maju ke depan untuk melihat nama kelompok LGD.


Saya ada di Nomor 28, kristina 29 tapi dikelompok yang berbeda. Saya kelompok 4 (sayangnya bukan 3) dan kristina kelompok 5. Dalam satu kelompok dibagi 6-7 orang peserta dan di kelompok 4 saya punya teman namanya: Valentino, Wasmen, Arjudus, Betti, Christian, Dian, Junita (diurutkan berdasarkan urutan nama di pengumuman). Halo teman-teman, semoga kita lulus! Hihiii...

Panitia pun mulai memanggil nama-nama peserta LGD untuk masuk ke ruang Aula dan dipersilahkan untuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Setelah itu mentor/ psikolog akan meberikan lembaran kertas. Lalu kita disuruh untuk mengisi Nama, Nomor Test, Waktu, lokasi test, dll di kertas tersebut. Setelah selesai mengisi biodata, kemudian psikolognya memberikan aturan dalam diskusinya yaitu sebelum melakukan diskusi ini masing-masing peserta akan dipersilahkan untuk membaca dan mengurutkan point-point dari topik yang akan di bahas selama 10 menit. Ada pun topik yang dibahas yaitu: Sebagai seorang pelamar kerja tentu kita memiliki faktor pendorong dalam meningkatkan semangat bekerja. Penelitian mengemukakan ada 10 faktor pendorong pekerja untuk semangat bekerja, yaitu:
1.   Upah yang besar
2.   Pimpinan yang baik
3.   Lingkungan yang menyenangkan
4.   Visi dan misi perusahaan
5.   Promosi dan pengembangan
6.   Lupa
7.   Lupa
8.   Lupa
9.   Lupa
10. Lupa
Maafkan saya teman-teman, apa daya saya cuman ingatnya segitu.

Dalam waktu 10 menit kita disuruh untuk mengurutkan sendiri berdasarkan pendapat kita masing-masing, setelah itu ibu psikolog akan memberikan aba-aba untuk melakukan diskusi yang dilakukan selama 40 menit. Diskusi pun dimulai, dari yang saya baca (pengalaman-pengalaman para sepuh) kita diharapkan aktif yang berkualitas jangan terlalu aktif dan jangan terlalu pasif (teman-teman bisa baca di kaskus atau blog yang sebelumnya saya bagikan) . Tapi yang saya ingat saat itu saya terlalu mendominasi di kelompok karena terlalu aktif (mudah-mudahan saya lulus).

Setelah selesai berdiskusi kami tidak sadar waktu sudah habis dan point yang sudah terurut itu masih 4 point, dan selebihnya belum selesai. Kami heran dan planga plengo satu sama lain kebingungan, dan ibu psikolognya dengan senyum manis berkata "ya sudah, tak apa-apa dikumpul aja". Hati kami pun semakin kacau balau dan hancur, kami adalah kelompok pertama yang keluar dari ruang aula, setelah kami keluar kelompok kristina menyusul keluar dan saya langsung tanya apa pembahasan mereka selesai? Ternyata kelompok mereka selesai dan kelompok mereka banyak mengalah saat berdebat makanya cepat selesainya. Tiba-tiba senior saya yang satu kelompok dengan kristina bilang "Itu gak masalah, sebelumnya kakak juga pernah ikut dan pembahasannya juga gak selesai tapi ada satu kelompok kakak yang masuk" setidak nya 0.01% semangat saya jadi bertambah. Yah tak apalah, toh yang saya baca dari pengalaman para sepuh, itu di nilai bukan dari hasil kelompok tapi dilihat dari kepribadian kita masing-masing, seberapa aktifkah kita dalam satu kelompok apakah kita mudah di goyahkan atau tidak, dll. Setelah selesai kami dipersilahkan untuk menunggu di panggil wawancara psikolog, hari itu memang sangat-sangat melelahkan. Tapi harus tetap kuat dan semangat!

Menjadi peserta yang terakhir di panggil tidak masalah bagi saya, pada hari itu saya di wawancara pukul 13: lewat berapa gitu. Setelah masuk ruangan saya masuk dengan tersenyum dan dipersilahkan duduk, kemudian saya duduk (tanpa menyalam si psikolog) saya lupa bertanya sama teman sebelumnya harus disalam atau tidak (pertama kali) haha.

Kemudian ibu psikolog yang bernama (LUPA) memperkenalkan diri dan mengucapkan selamat telah berhasil lolos sampai tahap ini. Kemudian untuk mencairkan susana ibu itu minta saya memperkenalkan diri secara singkat, dan inilah yang saya katakan:
*Tanpa jantugan
Perkenalkan nama saya Junita Margareth Butarbutar, saya berusia 21 tahun, saya anak ke 3 dari 5 bersaudara. Saya sekarang sudah lulus tahun semalam tanggal 20 Oktober 2015 (bentar lagi anniv loh *dalam hati). Saya mempunyai motivasi untuk membahagiakan orang tua saya, dan kedua orang tua saya masih hidup. 

Platangtangtang. . . . 

Tiba tiba saya tersadar setelah ibu psikolongnya bilang, udah itu aja? dengan polosnya pun saya menjawab "Iya bu"

Haloooooo!!!! Itu perkenalan seperti apa? Untung ibu psikolognya gak bilang, ini bukan acara dangdut academy atau pun pencarian jodoh nak. Hati saya begitu hancur karna saya  betul betul memperkenalkan diri dengan cara yang bodoh. Tidak ada makna yang bisa dipetik dari perkenalan tersebut T_T

Kemudian ibu psikolog dengan coolnya melanjutkan pertanyaannya tanpa merasa ada yang aneh. Pertanyaan lainnya pun muncul dari hasil psikotest tertulis yang diadakan di hari sebelumnya, yang paling utama adalah tentang 20 pernyataan siapa aku. Setelah itu masuk tentang pekerjaan (kebetulan karna saya sudah bekerja) masalah apa yang sering terjadi di pekerjaan, apa yang membuat anda merasa jenuh, apa yang sering membuat anda marah (saya terdiam) karna saya orangnya jarang marah, hahaha.. Kemudian ditanya apa alasan masuk IP jawaban saya sangat sederhana sekali "Karena memiliki jenjang karir, dan memberikan kesejahteraan kepada karyawannya". Saya bingung untuk jawab apa, saya kurang referensi dan terlalu percaya diri saat wawancara. Saya takut untuk menghafal jawaban-jawaban saat wawancara, karna apabila ditanya kembali pasti saya tidak bisa jawab. Jadi saya memilih tenang dan menganggap bahwa itu adalah percakapan biasa, yaahh mungkin saya terlalu sepele. Sampai akhirnya wawancara pun selesai, saya masih bengong dan ibu psikolog pun berkata "Ada apa? Kok wajahnya seperti bingung gitu? Ada yang mau ditanya?"
Jujur dalam hati saya mau bilang "Bu, saya di wawancara kok sebentar ya? Perasaan tadi teman-teman saya setengah jam semua, saya kok 15 menit ya bu? Bu, tanya lagi dong bu. Saya pengen masuk IP nih, tahun ini saya harus merantau bu, Tolonglah bu *sambil nangis" Wkwkwkkk..

Selesai wawancara saya keluar ruangan dan heran kenapa masih banyak orang diluar, saya kan peserta terakhir? Ternyata itu peserta shift 2, saya kira teman-teman tadi nungguin saya selesai dan memberikan surprise. Haha

Diperjalanan pulang saya terbayang-bayang kenapa saya diwawancara dengan cepat. Saya ingat tadi ada teman satu kelompok yang minta kontak saya kebetulan beliau alumni stambuk tua, hahah "Bang Chistian" saya tanya sama beliau kenapa saya diwawancara dengan cepat. Dia pun menjawab itu bukan cepat, tadi abang juga rasa cepat kali wawancaranya, makanya abang tanya tadi ada berapa menit abang diwawancara. Di dalam memang watunya kayak singkat kali" *Itulah logat bataknya. Sedikit lega mendengarkan kata-kata bang christian, mudah-mudahan juga begitu.

Pihak PPM juga bilang pengumuman akan dikeluarkan sekitar 2 minggu lagi, dan disarankan untuk rajin-rajin cek Web IP jadi istilahnya digantung lagi deh hubungan ini.

Mudah-mudahan di postingan selanjutnya saya membawa cerita sukacita. BYE!


NB: Ditulis Jumat, 14 Oktober 2016 Pukul 14:53  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: