Seperti yang telah di jadwalkan, hari ini adalah jadwal test fisik yang diselanggarakan di Universitas Sumatera Utara Fak. Psikologi Gedung V Lantai 2. Puji Tuhan pagi ini tidak terlalu stres dan jantungan. Saya sampai di lokasi ujian pukul 07:30, saya dan kristina langsung menuju ke TKP. Ternyata sudah ada beberapa peserta yang sampai di TKP, satu diantaranya adalah Kak Betti (teman satu kelompok LGD). Spontan yang pertama saya tanya yaitu lingkar perut, berat dan tinggi badan. Hahaa... Sampai-sampai kak Betti bilang "Ahh, udahlah jangan ditanya!" Kebetulan kami memiliki postur tubuh yang hampir sama.
Setelah menunggu beberapa menit, kami dipersilahkan untuk masuk ke ruang serbaguna. Alamakjang! Bukan main dingin nya, ruangan langsung di tutup dan kami pun merasa sedang berada di lemari es. Saya dan kristina berulang kali keluar masuk kamar mandi karena dingin nya ruangan demikian juga dengan peserta lainnya.
Setelah semua peserta masuk ruangan dengan dress code "Pakaian Olahraga", pihak Parahita kemudian memberikan instruksi tentang form yang akan di isi. Pada form Parahita di lembar pertama itu di isi oleh peserta, form Parahita lembar kedua dan ketiga di isi oleh pihak Parahita sebagai hasil test fisik, lembar keempat dan kelima form Indonesia Power di isi oleh Peserta disertai dengan Foto peserta dan Materai.
Setelah selesai pengisian form, peserta akan di cek sesuai dengan urutan pengembalian form data diri. Pertama akan di cek berat badan, tinggi badan, lingkar perut, suhu badan, denyut nadi. Pada saat test saya ingat hasil test saya berat badan 63 kg, tinggi badan 164 cm, lingkar perut 75 cm, suhu badan 37.5 (demam, haha), denyut nadi 100.
Kemudian dilanjut test mata, saya belum pernah lihat alat nya karena kata pihak Parahita itu adalah alat terbaru yang lebih akurat (ntah lah ya). Tapi setelah saya cari cari di google memang alatnya tidak ada contoh nya. Hehe.. Hingga keluar lah hasilnya mata kanan 1,75 kiri 0,25. Bapak petugas yang cek pun bertanya "Sebelum nya pernah periksa mata atau cek mata?" Saya jawab "Belum pak" trus bapak itu bilang lagi "Kamu lulusan Politeknik ya? terakhir kuliah masih bisa lihat papan tulis?" saya jawab "Masih sangat jelas pak, saya juga sering lihat running text di metro tv dari jarak jauh dengan satu mata secara bergantian. Saya masih bisa lihat jelas kok pak" Kemudian angka yang dituliskan tadi di lingkari kemudian di beri garis. Tapi bapak itu bilang mata kiri saya sudah silindris -0,5 dan kalau di cek dari kejauhan berapa gitu mungkin akan kelihatan. Tapi ini belum berpengaruh dan di abaikan saja. Ada banyak hasil yang keluar dari alat tersebut jadi saya tidak bisa pastikan berapa minus mata saya, tapi saya yakin tidak ada minus hanya ada silindris itu saja.
Selesai cek mata dilanjut lagi dengan cek seluruh fisik, buta warna, tensi, gigi, amandel dkk. Disini test nya ditutupi oleh tirai ajaib dan juga penuh rahasia, untuk info selanjutnya bisa japri saja. hehe
Semua tahap telah selesai dan form yang saya isi tadi pun diberikan oleh dokter ke saya untuk di kembalikan ke pihak Parahita. Sekilas saya lihat ada stabilo hijau di form data diri saya (yang saya tahu dari grup telegram kalau diberi stabilo hijau lulus, orange tidak lulus). Dengan sangat terkejut saya keluar dari bilik lalu memperlihatkan ke teman-teman yang sedang menunggu jadwal di eksekusi. Saya sepertinya terlalu percaya diri dengan hasil test saya. Padahal itu belum memastikan saya akan lulus ke tahap selanjutnya. Karena seluruh hasil test diserahkan kembali ke Indonesia Power dan merekalah yang memutuskannya.
Setelah semua peserta selesai di test, pihak Parahita memberikan informasi bahwa pengumuman akan keluar sore hari nya di tempelkan di depan ruangan, di sms, dan di web. Tapi hingga saat ini (Pukul: 17:18) pengumuman belum juga keluar. Mungkin kami disuruh harus lebih bersabar lagi, semoga hasilnya nanti yang terbaik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar