Puji Tuhan 07 Desember 2015 pukul 18:26, saya dapat Sms cinta dari IndPower, yang cukup mengejutkan, begini bunyinya. . .
Kemudian saya cek di website dan saya di jadwalkan melaksanakan wawancara user tanggal 13 Desember 2016 di Medan.
13 Desember 2015 tiba! Saatnya memulai perjuangan akhir, sebentar lagi, sedikit lagi, Harus Lulus! Sebelum wawancara saya telah membuat beberapa list pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan selama wawancara berlangsung. Jadi saya review tulisan-tulisan itu di sela-sela waktu saya.
Setelah sampai di lokasi kami di berikan formulir test wawancara yang harus di isi sebelum wawancara dimulai. Setelah di isi lengkap diberikan kembali ke petugas untuk dipanggil satu persatu, saya beruntung saya menjadi peserta ke 3 yang di panggil (semoga angka keberuntungan). Ingat! Sebelum interview harus memperhatikan pakaian dan kebersihan diri sendiri agar pewawancara nyaman dengan kita. Setelah peserta 1 dan ke 2 selesai kini giliran saya!
Dimulai dengan mengetok pintu terlebih dahulu, kemudian saya memberi salam sambil mengulurkan tangan saya kepada pewawancara. Mereka hampir lupa mempersilahkan saya untuk duduk karena sedang asyik ngobrol, tapi saya tetap memilih berdiri sampai disuruh untuk duduk.
Pewawancara pun memperkenalkan diri yaitu: Bapak Sentot Kristanto (Manajer SDM Indonesia Power Pangkalan Susu) dan Ibu Astrid Herera (Dari Pusat). Awalnya memang sangat menegangkan tapi saya coba rileks agar tidak runyam.
Bapak Sentot pun memulai pembicaran kami dengan "Terimakasih telah menghadiri undangan interview kami, interview ini akan dilaksanakan 30-50 menit ke depan dan kami ingin menanyakan apakah anda bersedia untuk di rekam?" Kemudian sambil tersenyum berkata "Ya, saya siap pak". Bapak sentot pun mempersilahkan saya untuk memperkenalkan diri. Kemudian saya memulai perkenalan diri saya "Perkenalkan nama saya Junita Margareth Butarbutar, saya biasa dipanggil Jun. Saya lahir 25 Juni 1995, dan sekarang saya berusia 21 tahun. Saya lulusan dari Politeknik Negeri Medan jurusan Administrasi Bisnis tahun 2015 dengan prestasi cumlaude yaitu IPK 3.58. Semasa kuliah saya aktif di berbagai organisasi seperti: Himpunan Mahasiswa Program Studi sebagai anggota Divisi olahraga, Himpunan Mahasiswa Batak Toba sebagai bendahara. Saya juga aktif di beberapa kegiatan kampus saya seperti: Kegiatan Outbond/ Inagurasi dan menjabat sebagai bendahara, kemudian saya juga aktif di kepanitian Natal dan menjabat sebagai Bendahara. Saat ini saya sedang bekerja sebagai Admin di PT Telkom Witel Medan status outsourcing. Saya memiliki hobby Travelling dan membaca, di sela-sela kesibukan saya sering menghabiskan waktu untuk membaca atau berolahraga seperti berenang dan lari. Mungkin ini saja perkenalan dari saya, Terimakasih. Bapak ibu pewawancara pun membalas terimakasih saya dan mengucapkan terimakasih kembali. Hehee
Setelah selesai memperkenalkan diri saya ditanya tentang masalah pekerjaan. Dimana saya bekerja, Profil perusahaan tempat saya bekerja, bagaimana saya bekerja, apakah ada target dalam bekerja, bagaimana hubungan saya dengan atasan, apakah pernah mendapat apresiasi dari atasan, dan banyak lagi tentang pekerjaan. Saya juga disuruh untuk menuliskan struktur organisasi Perusahaan tempat saya bekerja didalam sebuah kertas HVS (sepertinya ini jebakan). Tips pada saat wawancara ini terkhusus bagi yang sudah bekerja, kita harus tahu perusahaan tempat kita bekerja sekarang ini, seperti jumlah karyawan berkisar berapa orang, sejarah perusahaan kita bekerja, dan jangan sekali-kali memberikan citra buruk perushaan tempat kita bekerja. Pada saat saya wawancara saya ditanyakan apa pernah dapat bonus sebagai apresiasi dalam bekerja? Saya jawab saya tidak pernah dapat bonus, setiap bulan nya saya hanya dapat gaji pokok. Saya tidak tahu apakah itu termasuk memberi citra buruk tempat saya bekerja, tapi sayakan bicara jujur. Kalau saya jawab dapat bonus pasti lebih parah lagi untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pernyataan saya tadi.
Selesai menanyakan masalah pekerjaan, saya ditanya sejauh mana saya mengetahui PT Indonesia Power ini. Kemudian saya menjelaskan Visi dan Misi PT Indonesia Power. Saya sempat lupa karena diawal saya menjelaskan tentang pekerjaan saya dan ditambah lagi dengan jantung yang gak bisa woles. Akhirnya saya coba mengingat kembali, walaupun tidak sesuai dengan yang di websitenya semoga bapak ibu pewawancara memaklumi. Hehe.. Saya juga coba menyebutkan IP aksi tapi lagi-lagi saya lupa hingga saya bekata "Ip aksi apa ya pak?" Ini adalah pertanyaan terkonyol saya. Kemudian pak Sentot bilang, emang kamu tahu apa itu IP Aski? Kemudian saya jawab bahwa IP Aksi itu adalah sebagai pegawai IP apa yang harus kita lakukan agar tujuan dari perusahaan itu tercapai nantinya. Pak Sentot pun mengangguk dan berkata, yaudah gak papa nanti kalau diklat dijelaskan tentang apa IP aksi itu (nah loh). Lalu ditanyakan apa alasan memilih IP, dan saya menjawab karena IP ini merupakan perusahaan yag mapan di lihat dari kebutuhan masyarakat akan listrik kedepannya dan perusahaan ini juga menjanjikan kesejahteraan bagi karyawannya. Pak sentot juga menanyakan dimana saja unit-unit IP, saya pun menjawab di Jawa dan Bali sebagian tersebar di Sumatera. Kemudian pak Sentot bilang, Kalimantan dan Papua juga sedang berjalan loh, kalau di tempatkan di Papua kamu siap? Dengan mantap saya jawab "SIAP PAK!" Trus pak Sentot menjawab, kamu yakin? Udah dapat ijin dari orang tua? Pacar? lalu saya jawab lagi "Ijin dari orang tua sudah pak (padahal belum dings), dan saya belum punya pacar pak. Karena jawaban saya sama dengan peserta setelah saya, pak Sentot pun bilang "Orang medan jomblo-jomblo ya, banyak yang gak laku" Ohhh Tuhan, sedihnya T_T. Setelah bertanya tentang IP kemudian ibu Astrid dan pak Sentot saling berpandangan dan pak Sentot pun berkata, jadi itu saja yang ingin kami tanyakan, ada yang mau ditanyakan? Kemudian saya bertanya seberapa besar peluang bagi kami apabila kami diterima nantinya untuk mengikuti pelatihan ataupun training. Kemudian ibu Astrid menjawab bahwa apabila nanti kalian diterma kalian akan mengadakan diklat, dimana kalian diberi pelajaran dan pemahaman tentang perusahaan ini selama kurang lebih 2 bulan (kalau saya tidak salah ingat) setelah itu dilakukan pembidangan ke bagian manakah kalian cocoknya ditempatkan. Setelah itu kalian akan disebar di beberapa wilayah di Indonesia untuk mengadakan OJT (On the Job Training) selama kurang lebih 6 bulan. Itu adalah training atau pelatihan pertama kalian, setelah itu dalam beberapa periode kalian akan mengadakan pelatihan. Misalnya selama 5 tahun bekerja kalian dilihat dimana kurangnya, lalu diberikanlah pelatihan agar bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Setelah itu kalian juga akan diberikan pelatihan apabila ingin naik level dan yang terakhir yaitu pelatihan sebelum pensiun nantinya. Lalu saya bertannya lagi apakah ada kenaikan level/ jenjang karir untuk kami yang lulus dari jenjang D3 atau kami harus lanjut studi baru bisa naik level? Dan ibu itu pun menjawab untuk kenaikan level itu semua tentunya akan naik level dan bukan dilihat dari sekolahnya melainkan dari prestasi kerjanya.
Pak sentot pun bertanya, gimana ada yang mau ditanyakan lagi? Karna masih banyak yang ingin saya tanyakan kemudian saya bertanya, Apakah perusahaan akan memberikan beasiswa kepada karyawan yang ingin melanjutkan studinya? Kemudian ibu Astrid bilang, yah tentu saja tapi itu dilihat dari kemampuan pegawainya apakah memang pantas untuk sekolah atau tidak (akan dilakukan seleksi), apa kamu ada rencana untuk sekolah lagi, mau dimana? tanya bu Astrid. Kemudian saya jawab, iya bu saya ada rencana untuk sekolah lagi. Dimana pun saya nanti ditempatkan saya akan mencari informasi tentang kampus terdekat, dan untuk saat ini saya bercita-cita untuk melanjutkan studi di Universitas Indonesia (ini hanya gaya-gayaan sumpah), dan saya tanya lagi biasa untuk jurusan apa ya bu yang dapat beasiswa? Bu astrid menjawab untuk saat ini yang mendapat anggaran itu hanya untuk Teknik dan itu pun dilihat dari kebutuhan dan anggaran perusahaan.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan, tapi saya takut pewawancara merasa tidak nyaman dengan saya. Akhirnya saya sudahilah pertanyaan saya, dan pak Sentot bilang, terimakasih untuk kesediaan waktunya, semoga hasilnya nanti memuaskan ya. Saya pun mengucapkan terimakasih kepada pewawancara sambil memberi kartu test saya untuk ditanda tangani. Bu astrid pun bertanya, jadi ini mau pulang apa balek kerja lagi? Saya mau balek kerja lagi bu. Dengan terkejut bu astrid bilang, loh emang kantor tau? Kamu ijinnya gimana? Saya pun menjawab bahwa selama saya mengikuti test saya selalu jujur dengan atasan. Bu astrid pun mengerti dan berkata mungkin karna atasan kamu gak bisa jamin memberikan jenjang karir disitu kali ya.. Saya pun mengangguk dan tersenyum sambil menjabat tangan pewawancara lalu meninggalkan ruangan.
Keluar dari ruangan kristina bilang saya diwawancara tidak sampai 30 menit, tapi saya lihat di stopwach pewawancara tadi ada sekitar 30 menit lebih beberapa detik. Saya sangat bersyukur wawancara dapat berjalan dengan lancar walupun waktu saya sangat singkat. Karena peserta pertama di wawancara sekitar 50 menit lebih, peserta kedua tidak sampai 30 menit, kristina 50 menit dan kak ningsih sekitar 30 menit juga. Semoga saja cepat lamanya wawancara tidak mempengaruhi hasil. Semoga Tuhan memberikan tempat bagi kami untuk lulus mengikuti Diklat. Amin





Tidak ada komentar:
Posting Komentar