Minggu, 25 Desember 2016

Tidak Hari ini, Pasti Besok atau Lusa!

Diawali dari pengalaman pertama saya mengikuti Recruitment PT PLN (Persero) awal tahun 2016, saya membuat sebuah blog di akhir tahun 2015 dengan harapan akan membagikan kisah-kisah selama mengikuti tahap demi tahap. Sayangnya saya masih belum diberi kesempatan untuk lulus sehingga saya enggan untuk membagikan cerita. Saya juga mencoba kembali peruntungan di bulan Oktober untuk mengikuti Recruitment PLN untuk yang kedua kalinya, tapi masih tetap juga gagal di tahap Psikotest. Tapi kali ini saya mencoba membagikan kisah-kisah sebelum kegagalan saya di tahap 1, tahap 2 dan tahap 3. Saya tidak takut lagi, saya tidak minder lagi, saya harus berani dan siap kalah!

Sebelumnya pada bulan Agustus saya juga mengikuti open Recruitment PT PJBS dan PT Indonesia Power (masih keluarga PLN). Pada saat seleksi berkas PT PJBS saya dinyatakan belum berkesempatan, yah lagi-lagi saya harus menerima kekalahan. Tapi Puji Tuhan saya diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap demi tahap pada saat open Recruitment PT Indonesia Power. Ini menjadi pengalaman pertama saya sampai ke tahap Wawancara User (tahap akhir) dan bergabung menjadi peserta Diklat Angkatan XII.
Saya sangat bersyukur diberi kesempatan besar seperti ini. Sesuai dengan harapan dan bayangan saya. Walupun terkadang makan tak nyenyak dan tidur tak kenyang saya tetap tidak akan menyerah! 3 bulan lamanya proses recruitment ini berlangsung, begitu lamanya masa penantian dan banyak suka duka selama mengikuti seleksi.



Hingga akhirnya saya menyiapkan 12 draft tentang kisah saya selama mengikuti proses recruitment PT Indonesia Power kurang lebih selama satu bulan lamanya untuk menulis dan memang sengaja tidak saya posting karena saya ingin menunggu hasil akhirnya. Puji Tuhan hasilnya sesuai dengan harapan saya. Semoga postingan saya ini juga dapat membantu teman-teman nantinya, karena saya banyak belajar dari membaca blog-blog para sesepuh yang sudah dahulu diterima di PLN Group.

Selama poses seleksi ini juga saya lebih serius lagi dan mencoba mengubah gaya hidup dan kebiasaan buruk saya. Banyak yang telah saya korbankan selama proses recruitment ini, tapi saya tetap percaya bahwa akan ada hasil yang akan saya tuai dari pengorbanan saya itu.

Saya juga tidak banyak cerita dengan orang-orang, saya juga tidak beritahu orang tua saya. Selama saya mengikuti test di Jakarta, orang tua saya juga tidak tahu. Saya tidak ingin membuat mereka sedih lagi karena sebelumnya saya sudah 2 kali kalah di induknya. Melihat kondisi bapak yang kurang sehat pun saya jadi semakin enggan untuk memberitahukan. Saya mencoba untuk betul-betul mandiri. Hingga akhirnya saya membuat sebuah perencanaan. Dimana saya mengikuti test secara diam-diam dan akan memberitahukan hasil akhirnya nanti setelah semua selesai (saya yakin saya lulus). Saya juga sudah menabung untuk keperluan diklat. Jadi saya berencana apabila saya dinyatakan lulus nanti, saya akan langsung menyiapkan keperluan dan H-2 sebelum keberangkatan akan pulang ke rumah menceritakan kisah 3 bulan ini, apa yang telah anaknya perbuat. Berani-beraninya pergi ke kampung orang, menumpang di tempat orang tanpa memberi kabar. Saya juga sempat jantungan melihat tingkah saya sendiri, ini adalah efek tak pernah setengah hati. Sepertinya saya tidak punya ketakutan lagi. Haha... Dan tentunya saya akan minta ijin untuk melaksanakan Samapta dan Diklat selama kurang lebih 2 bulan di kampung orang hingga pelaksanaan OJT.


Saya juga bersyukur ternyata penantian lama saya untuk mendapatkan SIM juga akhirnya terjawabkan. Dengan mudahnya dalam satu hari saya berhasil mendapatkan SIM, NPWP, dan BNI TAPENAS (Tabungan Perencanaan Masa Depan). Saya sedang mencoba melatih diri saya untuk menabung selama 3 tahun ini (bisa diperpanjang) karena penyakit anak muda adalah kemewahan duniawi, Hahaha... Siapa tau tabungannya nanti bisa bawa bapak dan mama jalan-jalan, Amin. hehee

Saya juga berencana meninggalkan media sosial (instagram, twitter, facebook, path) karena bagi saya media sosial menggoda orang untuk berbuat dosa. Memang media sosial sangat bisa membantu orang untuk bersosialisasi dengan yang lain, tapi sayangnya saya kurang menyenangi itu.

Mungkin itu saja hasil perenungan selama minggu-minggu Advent ini. Terimakasih untuk PT Indonesia Power yang telah memberikan hadiah Natal yang terindah, masih terbayang air mata mama dan bapak serta pelukan hangat mereka setelah tau saya dinyatakan Lulus. Tunggu cerita saya selama proses Recruitment PT Indonesia Power Tahap III Tahun 2016 Angkatan XII.

Selamat Natal, Tuhan beserta kita
Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Tidak Baik, Tidak Jahat. Any Question?
Diberdayakan oleh Blogger.
click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Nama

Email *

Pesan *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: