Setelah 39 hari lamanya menunggu kepastian jadwal ujian lanjutan, akhirnya Senin 05 Desember keluarlah pengumuman baru di web tanpa ada desas desus kabar burung. hihi...Berbagai macam kabar muncul selama masa penantian, ada yang bilang: Recruitment di lanjutkan tahun depan karena ini akhir tahun dan mau tutup buku, Jenjang S1 itu di pisah dengan D3 jadi kemungkinan S1 diutamakan dari pada D3, Hilal gelap karena musim hujan, ahh masih banyak lagi spekulasi yang muncul selama 39 hari ini. Tapi akhirnya pengumuman keluar dan diadakan 3 hari kemudian, syukurnya pada saat pengumuman itu adalah hari terakhir datang bulan (karena lab memeriksa urin bebas dari mens atau H+5 setelah mens). Syukurnya lagi tabungan yang sudah lama dipersiapkan untuk dana emergency masih cukup walaupun antara ada dan tiada. Hehee
Untuk jumlah peserta D3 Medan yang tersisa ada 18 orang lagi dan tersisa 3 orang wanita dari jurusan yang sama (sangat menegangkan). Tapi tak apa, kami harus tetap optimis untuk hasilnya!
Rabu 07 Desember 2016 kami (saya, Kristina, kak Ningsih, Desmon) pun berangkat ke Jakarta. Sampai di Jakarta kami langsung menuju kantor Catrin yang bekerja di Bulog (teman yang baik hati memberikan tumpangan), tapi kami salah fokus karna di samping kantor catrin ada ini, tadaaaa . . . . .
| PT Indonesia Power Kantor Pusat Jl. Jend. Gatot Subroto Kav, 18 Jakarta |
Pada saat saya test laboratorium itu urutannya seperti ini:
Pertama
Saat pendaftaran akan di tanyakan jam berapa terakhir kali makan, saya terakhir makan jam 21:00 jadi jam 07:00 harus ambil darah sebanyak 3 tabung (diwajibkan puasa 10-12 jam). Berhubung yang antri pada saat pengambilan darah masih banyak jadi kami diarahkan oleh pihak parahita untuk melakukan Rontgen terlebih dahulu, kami (perempuan) di beri baju pasien jadi harus ganti baju dulu serta bra kawat, kalung dan logam-logam lainnya harap dilepas karena bisa mempengaruhi hasil Rontgen. Setelah itu kami membusungkan dada ke sebuah layar untuk di scan.
Kedua
Melakukan pengambilan darah sebanyak 3 tabung (bebas tangan kiri/kanan), setelah selesai pengambilan darah kemudian diberikan tabung tempat penampungan urin. Tips sebelum menampung urin itu, sebelumnya kita harus banyak minum air putih supaya urin bersih. Pada saat penampungan urin, urin pertama dibuang dulu lalu ditampung sisanya. Begini penampakannya
Sangkin bening nya peserta lainnya nanya, Mbak itu urin ya? Kok bisa bening gitu ya? Padahal mereka gak tau kalau kami bawa minum 1 liter, syukurnya Parahita juga menyiapkan dispenser jadi kami dalam waktu satu jam bisa minum 1-2 liter dan kami pun tidak tau tujuan urin bening itu untuk apa, biar kelihatan sehat aja sih. Haha..
Ketiga
Kami melaksanakan Treadmill, sebelum melakukan Treadmill kami ditempelkan beberapa alat di dada ada sekitar 10-15 penjepit yang ditempelkan. Kemudian diberikan arahan untuk melaksanakan Treadmill. Treadmill akan dilaksanakan selama 9 menit 30 detik, dimana dalam selang waktu 3 menit diberikan kecepatan yang berbeda. 3 menit jalan santai, 3 menit jalan cepat, 3 menit lari, 30 detik pengalihan dari lari hingga kembali ke jalan santai. Sebelum treadmill tensi juga di ukur, pada saat itu tensi saya 120/80 (normal) kemudian disuruh berjalan, jalan cepat hingga lari. Saya ingat dokternya bilang "kamu orangnya cemasan ya? ini udah mau capai target loh, cepat banget capeknya" Lalu saya berdoa dalam hati dan mencoba santai sampai dokternya bilang "Nah gitu dong, udah normal lagi. Masih sanggup kan?" Saya ingat ditanya 3x "Masih sanggupkan?" Sepertinya mereka meragukan saya T_T Selesai treadmill kemudian saya di tensi ulang. Pada saat itu tensi saya 130/90 (katanya sih normal) dan ada tulisan 108 bpm disitu. Selesai Treadmill kami disuruh melepaskan alat dan dokternya bilang selamat yaa (entah selamat apa). Oia selesai treadmill kami diberi handuk kecil dan makan oleh Parahita, terimakasih parahita. *FYI Semakin lama Treadmill semakin bagus pula hasilnya.
Keempat
Setelah selesai makan kami kemudian test Audiometri. Kami masuk ke dalam sebuah ruangan, di dalam ruangan akan ada earphone (yang biasa di warnet) dan juga tombol. Kami diberi instruksi apabila mendengar suara tiit tiit tiiiiiit tiiiit (begitu kira kira) maka tombol ditekan. Ketika masuk ke dalam ruangan kedap suara itu memang suara apa pun tidak akan kita dengar lagi dan tips untuk mengikuti audiometri jangan kelaparan dan jantungan! Karena kalau kelaparan yang kita dengar pasti suara perut sendiri dan kalau jantungan pasti suara jantung kita akan kedengaran sekali. Pada saat test saya tidak jantungan anehnya suara jantung saya bisa kedengaran akhirnya saya sadar ternyata saya masih hidup *krik krik. Saya hanya 3 detik di dalam ruangan kedap suara itu dan hanya mencet tombol sekitar 6 kali. Saya bingung (padahal masih mau mencet mencet lagi). Teman saya juga bingung karna dia jauh lebih lama dari pada saya, dia bilang mungkin karna sasaran mu tepat pas bunyi langsung tekan jadi gak perlu lama lama. Lalu saya jawab, mungkin saya kurang tepat karna di awal saja sudah gak dengar jadi untuk apa dilanjut lagi (biasa manusia) hahaa... Tapi karna kami penasaran kami bertanya ke petugas apakah pendengaran kami normal? Dia bilang normal-bormal aja kok (Puji Tuhan). Petugasnya pun bertanya jam berapa terakhir makan, kami pun menjawab jam 10:15, petugasnya bilang untuk pengambilan darah selanjutnya jam 12:15 (2 jam setelah makan).
Kelima
Setelah 2 jam berlalu kami pergi ke ruangan pengambilan darah untuk ambil darah kedua setelah makan. Syukurnya yang ini hanya 1 tabung saja. Gak ada sakit apa-apa waktu pengambilan darah. Hanya sakit-sakit enak kok, tapi tangan bisa begini adanya dan 3 hari lamanya.
Setelah semua tahap dilewati maka sudah dipersilahkan pulang. Waktu pemeriksaan saya dari jam 08:00 s.d. 15:00, lama bukan? Yaa, karena kami semua saling tunggu-menunggu. Hahaha
Setelah lab berakhir saatnya balas dendam!!!








Tidak ada komentar:
Posting Komentar